Direktur Pembangunan Jembatan Direktorat Binamarga Ir. Yudha, Handita Pandjiiriawan, MT, MBA Bersama Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Jayawijaya Zepnat Kambu, ST, MT dan rombongan saat meninjau lokasi jembatan kali Bion yang terputus minggu lalu. ( FOTO: Denny/ Cepos)

WAMENA-Direktorat Jendral Binamarga memastikan jembatan kali Bion Kilometer 63 Distrik Abenaho Kabuoaten Yalimo yang terputus akibat banjir minggu lalu, akan dikerjakan dalam bentuk permanen di tahun ini. Sebab,  anggarannya telah dialokasikan. Meski jembatan putus,  namun sementara waktu masyarakat dan arus mobilisasi kendaraan masih bisa menggunakan bentangan basah yang disediakan

   Direktur Pembangunan Jembatan Direktorat Binamarga Ir. Yudha, Handita Pandjiiriawan, MT, MBA mengakui setelah dilihat kondisi di lapangkan, jembatan yang diperkirakan kokoh itu bisa terputus diterjang banjir yang membawa material batu, sehingga bisa terputus.

  “Penanganannya paling tidak lalu lintas bisa berjalan, koneksifitas bisa berjalan, karena lintasan basah sudah dikerjakan dan bisa untuk dilalui sementara waktu dan bisa berfungsi,”ungkapnya saat turun langsung ke Distrik Abenaho Kabupaten Yalimo Selasa (2/3).

  Ia mengaku dalam lintasan basah masih ada kendala, kalau kali Bion ini banjir dan debit air meningkat mungkin untuk sementara tidak bisa dilalui. Tapi kalau airnya surut bisa digunakan. Namun untuk bisa berfungsi terus,  maka dibuatkan jembatan sementara yang sedang dikerjakan saat  ini dengan menggunakan beronjong

  “Yang kita pikirkan sekarang bagaimana posisi jembatan itu, karena jembatan itu harus difungsikan selama kurang lebih 1 tahun, sampai jembatan permanen dikerjakan juga dan diharapkan dalam pembangunan ini tidak berlangsung lama dan bisa digunakan,”beber Yudha.

   Kalau sudah berfungsi jembatan sementara, kata Yudha Handita, akan dilanjutkan dengan pembangunan jembatan yang permanen yang lebih kokoh, lebih bagus lagi karena melihat pengalaman yang terjadi saat ini. Untuk target pengerjaan jembatan sementara bisa memakan waktu sebulan

  “Meskipun makan waktu sebulan tapi ada lintasan basah yang dibuat kecualai kalau kali Bion banjir mungkin akan ditutup, kalau jembatan sementara sudah jadi itu tidak ada dengan banjir dan bisa dilewati kapanpun.”katanya.

  Di tempat yang sama Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Jayawijaya Zepnat Kambu, ST, MT mengatakan kerusakan infrastrukur jalan yang lain juga ada karena melihat intensitas hujan yang tinggi, ada beberapa titik yang longsor sudah dibersihkan oleh Tim dari BPJN Jayawijaya.

  ‘Kami meminta dukungan dari masyarakat untuk jangan ada jembatan lagi yang terputus seperti ini, kami juga berterimakasih kepada pemerintah pusat untuk merespons masalah ini lewat Kementerian PUPR dalam hal ini Dirjen Binamarga untuk bersama menyelesaikan jalan Trans Wamena Jayapura ,” kata Zepnat Kambu. (jo/tri)