Pembangunan KPR di Sentani, Jumat (7/2) kemarin. (Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Terkait dengan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah   Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) di tahun 2020, Bank Papua diberikan  kesempatan menyalurkan sebanyak 760 unit KPR FLPP bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

 Meski jumlah ini tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya yaitu dikisaran 2.000 unit bahkan lebih, akan tetapi pihaknya sangat antusias dapat menyalurkan kuota tersebut kepada MBR.

 Kepala Devisi Bisnis UMK dan Consumer Bank Papua Bram Krey mengatakan, 760 unit rumah tersebut rencananya akan dusalurkan di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Arso, Merauke, Nabire, Timika dan Sorong.

 “Perumahan KPR FLPP merupakan program dari Presiden, sehingga dalam penyaluran KPR kami benar-benar sekektif dalam hal ini rumah tersebut harus nyaman dan aman bagi masyarakat. Kami tidak ingin masyarakat tinggal di rumah yang tidak layak baik dari segi bangunan maupun lingkunganya. Oleh karena itu kami lebih fokus dengan 760 unit KPR ini harus benar-benar bisa dinikmati oleh MBR,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (7/2) kemarin.

 Lanjutnya, meski tahun ini penyaluran KPR FLPP dikurangi, tidak akan menjadi kendala bagi pihaknya. Berapapun unit yang diberikan akan pihaknya salurkan kepada masyarakat, bahkan tidak menutup kemungkinan menyakurkan KPR lebih dari itu, yang penting developer menjaga kualitas dari rumah itu sendiri.

 “Tahun ini harga rumah memang mengalami kenaikan harga KPR dari Rp 205 juta naik menjadi Rp 219 juta. Akan tetapi harga ini bisa berubah jika rumah tersebut memiliki fasilitas tidak sesuai, maka kami akan turunkan harga, ” terangnya. (ana/ary)