Mahasiswa Uncen mengurus administrasi kampus di kantor rektorat Uncen, Rabu (24/2). Untuk kelulusan tahun ini seluruh mahasiswa wajib mengantongi PIN yang menjadi syarat baru. ( FOTO: Gamel/Cepos)

JAYAPURA – Pembantu Rektor I Universitas Cenderawasih, DR Onesimus Sahuleka SH., M.Hum  mengungkapkan bahwa tahun 2021 ini ada regulasi baru yang mewajibkan mahasiswa yang akan lulus tahun ini wajib memiliki Penomoran Ijazah Nasional (PIN). PIN sendiri menjadi penanda jika mahasiswa tersebut telah lulus tanpa harus ribet mengecek syarat administrasi.  Syarat untuk memiliki PIN sendiri adalah jika mahasiswa strata 1 maka ia harus memiliki 120 SKS.

 Jika ada mahasiswa yang sudah memiliki 120 SKS maka bisa diusulkan untuk mendapatkan PIN nya. Hanya hingga kini administrasi akademik di Uncen sedikit mengalami kendala dimana ada terjadi perubahan sistem dan dalam pembenahan.  Kata Sahuleka 120 SKS ini mahasiswa tersebut sudah berada pada semester 6 dan itu sudah bisa diusulkan. Akan tetapi ini kembali kepada program studi yang bersangkutan, apakah nilai mahasiswa ini sudah harus masuk tepat atau belum sebab secara aturan akademik satu minggu setelah ujian nilai  harus keluar. 

 “Tadi kami sudah mengadakan pertemuan dengan semua pembantu dekan satu  untuk mahasiswa yang akan diwisuda bulan Maret ini kami pikir nilai – nilainya  sudah ada namun data pribadi dari mahasiswa ini juga jadi masalah. Data ini  harusnya diisi oleh mahasiswa sebab jika data tidak lengkap maka akan ditolak oleh sistem,” kata Sahuleka menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos di rektorat Uncen, Waena, Rabu (24/2). Dan yang masih menjadi kendala adalah banyak mahasiswa yang mengisi data diri hanya sepotong – sepotong. Terkadang NIK tidak diisi dengan alasan tidak memiliki KTP padahal ini wajib jika ingin mendapatkan PIN. 

 “Kami ingatkan untuk tidak mengentengkan ini agar jangan sampai jadi kendala dikemudian hari dan data pribadi itu diisi sendiri.  Kalau masih ada yang bingung kami minta naik ke rektorat untuk dibantu,” tegasnya.  PIN ini sendiri kata Sahuleka sudah dilakukan 2 tahun lalu namun sifatnya masih ujicoba. Manfaat PIN adalah tak lagi ada pengesahan – pengesahan ijazah. “Semisal nama Onesimus Sahuleka dan PIN sudah keluar maka ijazah berlaku dimana saja. Tidak perlu dicek – cek lagi, dikonfirmasi lagi. Ketegasannya adalah jika ijazah mahasiswa tidak memiliki PIN maka ia tidak diakui sebagai lulusan universitas sebab ini syarat mutlak. Ini juga untuk menghindari ijazah – ijazah palsu yang senantiasa muncul saat Pemilu,” bebernya. 

 Sahuleka menyebut, bisa saja beredar banyak fotocopy ijazah yang setelah dicek ternyata tidak ada dan tidak pernah terdaftar  akan tetapi bila dengan PIN akan jauh lebih mudah. “Itu  seperti pasword masuk sehingga jika tak ada PIN maka akan ditolak,” tambahnya. Untuk wisuda awal tahun ini akan dilakukan 19 Maret ini namun untuk jumlahnya masih menunggu yudisium terakhir pada 26 Februari ini. “Untuk sementara masih 500 lebih mahasiswa yang akan diwisuda,” tutup Sahuleka. (ade/wen)