Pelayanan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Papua, Senin (22/2) kemarin. ( FOTO: Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Pandemi Covid-19, nampaknya tidak mempengaruhi kinerja PMA (Penanaman Modal Asing) dan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri). Bahkan total investasi di Papua mengalami kenaikan.

Kepala Bidang Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Papua, Petrus Asem menjelaskan,  operasional perusahaan di Papua di masa pandemi Covid-19 tahun 2020 tidak mengalami kendala.

 “Perusahaan-perusahaan yang tetap aktif dan tumbuh di masa pandemi Covid-19  yaitu sektor usaha kecil menengah,”ujarnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (22/2) kemarin.

 Lanjutnya, perusahaan yang tercatat PMA sebanyak 155 perusahaan dan PMDN sebanyak 110 perusahaan. Hanya saja kewajiban menyampaikan LKPM mengalami penurunan, yang mana PMA sebanyak 96 dan PMDN 47.

“Alasan penyampaian LPKM mengalami penurunan dikarenakana banyak  perusahaan belum memahami mekanisme dan sistem terbaru,” terangnya.

 Diakuinya, meski penyampaian melaporkan LKPM mengalami penurunan, akan tetapi nilai investasi tetap tinggi, karena yang menyampaikan LKPM adalah perusahaan-perusahaan yang memiliki nilai investasi besar.

 “Untuk PMA nilai investasinya Rp 1,132,27 triliun mengalami kenaikan sebesar 30 persen dari tahun 2019 triwulan  empat. Sementara PMDN nilai investasinya sebesar Rp 106,82 triliun meningkat sebesar 20 persen, PMA mendominasi sektor tambang sementara PMDN lebih pada sektor perkebunan dan pertanian,” pungkasnya. (ana/ary)