Bupati Keerom Muh Markum didampingi SKPD terkait saat memberikan bantuan  masker san sembako kepada masyarakat Kampung  Yaturaharja Arso 10, Selasa (21/4). ( FOTO: Noel/Cepos)

KEEROM-Bupati Keerom Muh Markum meminta masyarakat di Kabupaten Keerom untuk lebih hati-hati menjaga kesehatan  dan mentaati  aturan pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Pasalnya, hingga saat ini di Kabupaten Keerom tercatat sudah ada 6 orang yang positif terpapar virus corona. 

  Dimana jika sebelumnya ada 4 pasien yang positif corona, maka kemarin ada penambahan 2 orang lagi dari wialyah Distrik Skanto.”Ada penambahan 2 pasien positif Corona di Distrik skanto kampung Termilian Arso 9, ini kami sedang mengantisipasi karena yang kontak dengan terpapar dan telah melakukan kontak dengan mereka yang positif telah kami bawa ke rumah sakit untuk di periksa dengan menggunakan rapid test,” katanya.

    Bupati Markum yang juga Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Keerom ini mengatakan dengan adanya penambahan 2 pasien maka jumlah positive Corona untuk Kabupaten Keerom menjadi 6 orang untuk itu masyarakat diharapkan lebih waspada menjaga kesehatan hindari tempat keramaian. “Jadi sekarang kami mulai periksa dari kerabat keluarga teman dekat, bahkan sebelum itu  pasien juga sudah melakukan berbagai macam kegiatan sosial dan sangat aktif sehingga ini semua dicek,” katanya.

  Selain itu bupati juga meminta kepada masyarakat di wilayah itu agar tidak membuat diskriminasi kepada pasien atau mereka yang telah sembuh, tetapi tetap membangun hubungan dengan mengikuti aturan yang ditimbulkan.

  Guna mencegah penyebaran  virus Corona di Wilayah Kabupaten Keerom khusunya di perkampungan warga, Bupati   Muh Markum  juga menyerahkan bantuan 6341 masker  dan 1.511 paket sembako bagi masyarakat Kampung Naramben, Arso 5,  Yaturaharja Arso 10 dan Kampung Wiantre.

  Kepala Kampung Yaturaharja Imbang Warsiman mengatakan  masker yang dibagi kepada masyarakat diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat dan kampung suda menjadi zona merah dengan satu orang Positif dan beberapa ODP. “Kita juga harus mewaspadai virus ini di Kampung kami,” katanya. 

   Sementara itu, sebelumnya Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut, MUP meminta kepada Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Keerom untuk mengevaluasi kembali anggaran yang ada untuk memesan masker bagi masyarakat di Kabupaten Keerom.

   “Satgas Covid-19 perlu evaluasi kembali untuk memasukan pembelian dan pengadaan masker bagi masyarakat di Kabupaten Keerom,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (20/4). 

  Menurut Gusbager, pemerintah telah mengeluarkan imbauan untuk wajib masker, tetapi masih banyak masyarakat yang belum memiliki masker. Oleh karena itu, Satgas Covid-19 Kabupaten Keerom harus melakukan pengadaan masker kain yang dibagikan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Keerom. (oel/bet/tri)