JEMBATAN YOUTEFA: Untuk mencegah jatuhnya korban jiwa, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan swafoto atau selfie di Jembatan Youtefa. Tampak pemandangan Jembatan Youtefa pada malam hari.  ( FOTO : Gamel/Cepos)

JAYAPURA-Baru saja diresmikan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo, Jembatan Youtefa yang menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Papua di Kota Jayapura sudah memakan korban. 

Terkait musibah yang menimpa seorang pemuda di Jembatan Youtefa, Jumat (1/11) malam lalu, Pemerintah Provinsi Papua melalui  Asisten Bidang Pemerintahan dan Hukum Sekda Papua, Doren Wakerkwa menilai bahwa peristiwa tersebut dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat lainnya.

Doren Wakerkwa berharap jembatan tersebut tidak disalahmanfaatkan. Apalagi untuk kepentingan swafoto atau selfie ektrem dari luar pagar pembatas jembatan atau bahkan memanjat lengkungan baja jembatan.

“Jembatan itu tidak boleh disalahmanfaatkan. Jangan memanjat sembarangan di jembatan itu hanya untuk selfie. Apalagi ini sudah ada yang jatuh. Artinya, kalau mau foto yang sewajarnyalah. Jangan malah sampai keluar pagar pembatas jembatan atau menaiki plengkung jembatan untuk selfie ekstrem yang justru membahayakan nyawa sendiri,” pinta Doren Wakerkwa

Wakerkwa menambahkan, masyarakat perlu mengetahui bahwa Jembatan Youtefa dibangun sebagai penghubung dan bertujuan meningkatkan aksesibilitas ke wilayah perbatasan.

“Wali Kota Jayapura perlu mengerahkan aparaturnya (Satpol PP, red) atau aparat keamanan di jembatan tersebut. Untuk mengantisipasi masyarakat melakukan hal-hal yang tidak wajar di sana. Khususnya selfie ekstrem,” tambahnya.

Secara terpisah Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE, MM., juga mengharapkan Pemkot Jayapura harus tegas menertibkan wilayah Jembatan Youtefa. Bahkan bila perlu mengeluarkan aturan berkekuatan hukum berupa Peraturan Wali Kota (Perwal).

“Saya minta, kebersihan dan safety di jembatan itu harus dijaga. Jangan anggap remeh dan tidak menjaga keselamatan diri sendiri. Jangan juga nongkrong-nongkrong di situ,” tegas Klemen Tinal.

Sementara itu, Kapolsek Jayapura Selatan, Kompol Marthin Koagouw mengatakan, untuk mencegah  adanya korban jiwa di Jembatan Youtefa yang makin ramai dikunjungi warga maka langkah pertama yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan  pihak  Pemerintah Kota Jayapura untuk bagaimana mengambil langkah-langkah untuk penertiban  lalulintas.

“Penerapan awal sudah dilakukan penertiban kendaraan. Dimana tidak ada yang parkir di  Jembatan Youtefa. Masyarakat yang ingin berkunjung ke jembatan hanya bisa memarkirkan kendaraan sebelum masuk jembatan. Setelah itu mereka jalan kaki menuju jembatan,” ucap Kapolsek saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Senin (4/11).

Namun Kapolsek Marthin Koagouw menyarankan pengunjung untuk tidak melintas dari trotoar satu  ke trotoar  lainnya. Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di lokasi jembatan yang baru saja diresmikan Presiden Jokowi pada akhir Oktober itu.

Langkah lainnya yakni atas perintah Kapolres akan lakukan rapat terpadu yang akan dipimpin Wali Kota Jayapura terkait dengan penertiban di Jembatan Youtefa.

“Apakah akan dibuat pos di sekitar jembatan, dimana yang  bertugas dari instansi terkait dalam hal ini dari Kepolisian, Perhubungan, Satpol PP, tim SAR juga dari pihak TNI,” terangnya.

 Dikatakan, pasca Jembatan Youtefa memakan korban jiwa, personel Polsek Jayapura Selatan melakukan patroli ke arah  jembatan menggunakan pengeras suara.

“Lewat pengeras suara itu, kami mengimbau pengendara baik roda dua maupun roda empat  dan roda enam untuk tidak parkir di jembatan atau orang-orang yang duduk di atas pembatas jalan,” tuturnya.

Jika nanti ditemukan ada pengendara yang menghentikan kendaraannya di Jembatan Youtefa atau orang-orang yang duduk di tiang-tiang jembatan akan ditindak dengan memberikan teguran.

“Tidak ada yang foto-foto atau selfie di luar  pagar jembatan. Apalagi sampai naik di atas tiang-tiang jembatan.  Itu membahayakan nyawa, masyarakat harus patuh pada peraturan yang ada,” tegasnya.

Dirinya juga mengajak masyarakat untuk mengindahkan setiap peringatan  yang ada di jembatan. Dimana sudah ada rambu-rambu lalulintas tidak boleh memanjat tiang jembatan, melintas dari pagar, dilarang stop. “Kesadaran kita harus diutamakan demi keselamatan,” pungkasnya. (gr/fia/nat)