Aktivitas penjualan komoditi pertanian di Pasar Youtefa, Senin (11/5) kemarin.( foto: Yohana/Cepos)

Stok Terbatas, Harga Cabai Rawit Rp 120 Ribu – Rp 150 Ribu/kg

JAYAPURA – Harga Cabai Rawit melambung, setelah stok lokal cabai rawit menipis.  Harga cabai rawit saat ini di kisaran Rp 120 ribu – Rp 150 ribu/kg. Sementara untuk komoditi lainnya masih stabil seperti bawang merah, bawang putih, tomat dan sayuran.

 Kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh stok cabai rawit yang menipis, sedangkan permintaan masyarakat cukup meningkat.

 Udin salah seorang penjual komoditi pertanian di Pasar Pharaa Sentani mengatakan, kenaikan harga cabai rawit sejak akhir April sampai dengan saat ini dari Rp 60 ribu/kg menjadi Rp 120 ribu/kg.

 Menurut Udin stok cabai rawit saat ini terbatas, khususnya cabai lokal. Biasanya ada cabai kiriman dari Manokwari maupun Makasar untuk menambah stok cabai lokal di Jayapura. 

 “Cabai yang kami jual saat ini adalah cabai lokal dari Arso. Sementara cabai kiriman tidak kami lakukan karena kondisi saat ini operasional kargo belum maksimal dilakukan, sehingga pengiriman cabai kiriman masih kosong di pasaran,” kata Udin kepada Cenderawasih Pos, Senin (11/5) kemarin.

 Sedangkan untuk harga bawang merah dan bawang putih masih stabil, bawang merah Rp 60 ribu/kg, bawang putih Rp 50 ribu/kg, tomat Rp 7 ribu/kg, sayuran seperti kol Rp 20 ribu/kg, kentang Rp 35 ribu/kg, wortel Rp 35 ribu/kg,bunga kol Rp 30 ribu/kg dan buncis Rp 20 ribu/kg.

 Sementara itu, Achi seorang penjual komoditi pertanian di Pasar Youtefa mengatakan, saat ini hampir sebagian harga komoditi pertanian di pasaran telah kembali stabil, namun khusus untuk cabai rawit, cabai keriting dan cabai besar mengalami kenaikan harga.

 “Saat ini harga cabai rawit naik dari Rp 60 ribu/kg menjadi Rp 150 ribu/kg, cabai keriting Rp 50 ribu naik menjadi Rp 120 ribu/kg, cabai besar Rp 50 ribu/kg naik menjadi Rp 120 ribu/kg. Sedangkan untuk bawang merah dari Rp 90 ribu/kg turun menjadi Rp 60 ribu/kg, bawang putih stabil Rp 50 ribu/kg dan tomat Rp 5 ribu/kg,” terangnya.

 Diakuinya, sampai dengan saat ini permintaan konsumen cukup meningkat mengingat bulan puasa sehingga kebutuhan masyarakat banyak, namun hal ini bukan salah satu penyebab harga cabai rawit meningkat.

 Lanjutnya, harga cabai meningkat disebabkan oleh stok cabai terbatas. Biasanya dalam kondisi seperti ini pihaknya akan datangkan stok dari luar Papua namun dengan kondisi saat ini pengiriman barang juga terbatasi.

 “Kami kini hanya dapat menjual stok lokal saja, tidak ada stok dari luar Papua sehingga harga cabai rawit cukup mahal, meski demikian permintaan konsumen masih tetap stabil,”tandasnya.(ana/ary)