Dua orang warga terlihat sedang berbelanj di Saga Mal Abepura, Kamis (10/12) kemarin. ( foto: Yohana/Cepos)

JAYAPURA-Menyambut hari raya keagamaan tentunya yang paling menjadi perhatian baik masyarakat maupun instansi terkait adalah ketersediaan bapok, harga yang relatif stabil dan sebagainya.

Bahkan di tengah pandemi Covid-19, harga dan stok bapok harus tetap terjaga guna memenuhi kegiatan masyarakat pada saat Natal dan Tahun Baru.

Prediksinya perayaan Natal dan Tahun Baru nantinya tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Bahkan akan terjadi pengurangan daya beli masyarakat, karena adanya imbauan tidak open house guna mencegah penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Provinsi Papua  Provinsi Papua, Omah Laduani Ladamay menjelaskan, untuk ketersediaan bapok seperti beras, minyak goreng, gula pasir dan sebagainya pihaknya pastikan lengkap tersedia.

“Bahkan kami akan melakukan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga bapok di Jayapura, terutama untuk komoditi-komoditi yang mengalami kenaikan harga akan kami upayakan lakukan penambahan stok dari luar Papua,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (10/12) kemarin.

Sementara itu, Manager Saga Group, Harrys Manuputhy menjelaskan terkait dengan iimbauan pemernitah tentang tidak open house pihaknya sangat mendukung upaya pemerintah tersebut, karena sangat memperhatikan dampak kesehatan.

“Kalaupun nantinya dampak tersebut akan memengaruhi daya beli masyarakat tentunya untuk kesiapan Natal. Namun harapan kami ini merupakan momen yang baik bagi keluarga untuk dapat merayakan natal bersama, khusus keluarga itu sendiri, sehingga natal bisa dirasakan dalam rumah,” katanya.

Diakuinya, meski diprediksi kegiatan belanja akan mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, pihaknya tetap berusaha semaksimal mungkin melayani kebutuhan masyarakat.

“Kami tetap menyiapkan bapok dan stok soft dring secukupnya bagi masyarakat yang merayakan Natal. Meski hanya dalam lingkup keluarga, secara otomatis tetap akan terjadi permintaan namun jumlahnya tidak sebanyak tahun-tahun lalu,” jelasnya.

Menurutnya, untuk ketersedaan stok memang sudah pihaknya sediakan dari jauh-jauh hari, baik itu kebutuhan bapok, soft dring, kebutuhan bahan kue, bahkan untuk aneka kue kering juga sudah pihaknya sediakan.

“Saat ini permintaan belanja masyarakat belum begitu terlihat signifikan, biasanya mendekati hari H-3 dan seterusnya baru kegiatan belanja bisa terlihat signifikan,” tambahnya.

Menurutnya, apapun kebijakan dari pemerintah pihaknya siap melaksanakan, bahkan untuk jam operasional pun tetap diikuti sesuai dengan kebijakan dari pemerintah. (ana/nat)