Kapten Persipura, Boaz Solossa saat berusaha melewati hadangan pemain PSIS Semarang dalam laga perdana Persipura pada kompetisi Shopee Liga 1 2020 di Stadion Klabat Manado, Sulawesi Utara, Minggu (1/3) sore kemarin. Erik / Cepos

Persipura Serasa Main di Stadion Mandala

MANADO-Persipura Jayapura sukses mengawali kompetisi Shopee Liga 1 2020 dengan sempurna usai meraih kemenangan 2-0 atas tamunya PSIS Semarang di Stadion Klabat, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (1/3) sore kemarin. 

Dua gol kemenangan tim Mutiara Hitam julukan Persipura Jayapura dicetak melalui kaki sang kapten Boaz Solossa pada menit 57 dan Gunansar Mandowen menggandakan kedudukan pada menit 88. 

Kemenangan ini juga langsung menempatkan Persipura pada posisi kedua klasemen sementara dengan tiga poin.

Diawal babak pertama, Persipura Jayapura yang tampil dengan skuat terbaiknya sulit mengembangkan permainan. Kedua tim sama-sama bermain hati-hati. 

Beberapa serangan yang dibangun oleh anak-anak Mutiara Hitam tidak begitu mempan. Pasalnya, PSIS Semarang yang juga berhasrat untuk mencuri poin dilaga perdana tampil cukup baik dibabak pertama.

Pada babak pertama ini, lini tengah Persipura juga terlihat kaku, sehingga aliran bola yang dibangun oleh Takuya Matsunaga dan Thiago Amaral dari lini tengah kurang agresif. Hingga turun minum, skor 0-0 tetap menghiasi papan skor.

“Kalau babak pertama ada beberapa kesulitan yang kami alami, terutama di sektor tengah. Aliran bolanya tidak berjalan dengan baik, tidak sesuai yang kita rencanakan. Untuk itu, saya membuat dua pergantian di lini tengah dan juga saya berikan diskusi saat dalam ruang ganti untuk memecahkan masalahnya,” ungkap Jacksen F. Tiago kepada awak media dalam konfrensi pers usai pertandingan.

Alhasil usai dari ruang ganti, Boaz Solossa berhasil memecahkan kebuntuan pada menit 57 dan membawa Persipura unggul 1-0 atas tim Laskar Mahesa Jenar julukan PSIS Semarang. 

Mendapatkan dukungan penuh penonton di Stadion Klabat, permainan anak-anak Mutiara Hitam kian agresif usai masuknya Gunansar Manowen, Ian Louis Kabes dan Ferinando Pahabol menggantikan Boaz Solossa, Thiago Amaral dan Takuya Matsunaga.

Terbukti, pergantian tersebut membuat permainan Persipura menekan pertahanan PSIS Semarang. Hasilnya, Gunansar Mandowen sukses menggandakan kedudukan menjadi 2-0 jelang bubaran pada menit 88’. “Puji Tuhan kita bersyukur, karena kemenangan ini berkat kerja keras para pemain. Apa yang kami rencanakan pada babak kedua sangat berjalan dengan baik. Soal Boaz, semua tahu kualitas Boaz dan pemain juga tahu kita adalah tim. Pergantian adalah wajar. Karena saya juga berharap ada pemain lain yang bisa memecahkan kebuntuan saat masa sulit seperti itu,” ujarnya.

Pelatih yang telah memberikan gelar juara Liga Indonesia sebanyak tiga untuk Persipura itu juga menuturkan bahwa penampilan timnya dalam pertandingan tersebut memang belum solid. Ia mengakui timnya masih butuh beberapa pertandingan untuk bisa solid.

“Saat laga uji coba kemarin kita minim dengan tim sesama Liga 1. Mungkin dalam 3 sampai 4 pertandingan kedepan baru bisa menemukan permainan terbaik kami,” tuturnya.

Pria berusia 51 tahun itu juga menegaskan bahwa ada beberapa catatan yang menjadi evaluasi timnya untuk laga berikutnya saat bertandang ke markas Borneo FC yang kemarin gagal membawa pulang poin dari Stadion Gelora Bung Karno setelah ditekuk Persija Jakarta 3-2.

“Yang jelas kami akan lakukan evaluasi. Kami punya tim analisis yang akan membantu untuk menyiapkan tim yang lebih baik lagi,” jelasnya.

Pelatih asal Brasil itu juga membeberkan bahwa aura Stadion Klabat sangat menyatu dengan timnya. Meski menjadi tim musafir, tapi pelatih berusia 51 tahun itu merasa bahwa bermain di Stadion Klabat tetap terasa bermain di Stadion Mandala Jayapura.

“Banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara yang datang memberikan dukungan untuk Persipura. Begitu juga dengan masyarakat Papua yang ada di Manado yang sudah memberikan dukungan yang sangat luar biasa, sehingga terasa seperti bermain di Papua. Semoga ini awal yang baik di musim 2020,” tutupnya. 

Sementara itu, penjaga gawang Persipura Jayapura, Dede Sulaiman mengakui dukungan dari masyarakat Manado dan Papua yang datang ke Stadion merupakan salah satu faktor kemenangan timnya dalam pertandingan.

“Terima kasih masyarakat Manado dan Papua yang telah memberikan dukungan kepada kami sehingga kami bisa memenangkan pertandingan,” jelasnya.

Secara terpisah, pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic mengatakan bahwa timnya juga tampil baik dalam pertandingan. Namun Dragan Djukanovic mengakui, timnya sempat kehilangan konsentrasi pada babak kedua sehingga dimanfaatkan oleh Persipura dengan dua gol.

“Kami juga bermain baik, terutama di babak pertama kami cukup mengontrol pertandingan. Namun di babak kedua dimenit-menit terakhir kami membuat kesalahan yang membuat kami kalah. Ini akan menjadi koreksi kami untuk pertandingan berikut melawan Persela Lamongan,” ujarnya.

Salah satu pemain PSIS Semarang, Hari Nur Yulianto juga mengatakan hal sama. Menurutnya, kekalahan ini akan menjadi pelajaran bagi timnya untuk bisa meraih hasil maksimal diaga berikutnya.

“Kita akui kalah hari ini, tapi tidak masalah, ini menjadi pelajaran bagi kita untuk fokus di pertandingan berikut, semoga kita lebih baik di laga berikut,” tandasnya. (eri/nat)