Pemain Persipura Jayapura usai mengikuti latihan di Stadion Mandala Jayapura, Jumat (14/6).( foto : Erik / Cepos)

JAYAPURA- Persipura Jayapura merupakan tim dengan segudang prestasi pada kancah sepak bola Tanah Air. Tim berjuluk Mutiara Hitam itu tercatat pernah mengangkat tropy juara pada kompetisi 2005, 2009, 2011 dan 2013. Dan juga menjadi runner pada 2010, 2012 dan 2014.

Namun taji Persipura mulai hilang pada musim 2018 saat finis pada urutan 12 kalasemen akhir. Banyak pengamat sepak bola menilai jika roh Persipura mulai pudar.

Sontak, komentar pencinta dan pengamat sepak bola mulai pesimis melihat perjalan Persipura di musim 2018 yang kehilangan rohnya sebagai tim raksasa Indonesia. 

Sebagai tim dengan penuh prestasi yang mumpuni, tim yang bermarkas di Stadion Mandala Jayapura juga kini masih terkatung-katung dalam mengawali kompetisi Liga 1 musim 2019.

Hingga pekan ketiga, Persipura juga belum menunjukan taringnya yang hanya mampu meraup dua angka dari dua hasi seri dan sekali kalah. Kerinduan dari masyarakat untuk melihat Boaz Solossa dan kawan-kawan kembali mengangkat tropy musim ini sangat besar, termasuk salah satu sponsor utama Persipura, PT Bank Papua.

Direktur Operasional Bank Papua, Isak Wopari Bank menuturkan, dirinya bersama masyarakat Papua musim ini menaruh besar harapan kepada Persipura untuk kembali memberikan gelar juara.

“Musim 2019 memang Persipura belum maksimal, dan itu bisa dimaklumi karena banyak pemain baru yang masih adaptasi dalam tim, tapi kita berharap pertandingan berikutnya Persipura sudah bisa bangkit kembali. Dan kami dari Bank Papua tahun ini (2019) sangat bermimpi untuk melihat Persipura kembali juara,” ungkap Isak kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di ruang kernya, Jumat (14/6) siang kemarin.

Musim 2019, dikatakan Isak jika Bank Papua benar-benar mendukung penuh tim kebanggaan masyarakat Papua itu meraih bintang lima dengan memberikan sokongan dana dalam dua musim sekaligus.

“Dengan kondisi Bank Papua saat ini kita masih bisa berikan sponsor dua musim, 10 miliar 2019 dan 10 miliar musim 2020. Saya fikir 2019 dan 2020 tidak kekurangan sponsor, harapan kami untuk memberikan prestasi buat masyarakat Papua,” ujarnya.

Menurutnya, Persipura harus segera bangkit. Pasalnya, Persipura tidak hanya dikagumi pada sepak bola Indonesia namun juga merupakan tim yang diperhitungkan pada sepak bola Asia saat berhasil lolos hingga babak semi final AFC Cup tahun 2014 silam.

“Persipura bukan hanya kebanggan masyarakat Papua tapi juga merupakan kebanggan tim Indonesia pada sepak bola Asia Tenggara,” jelasnya.

Dirinya juga berharap, pelatih bisa memaksimal materi pemain yang ada, termasuk memberikan jam terbang bagi para talenta-talenta muda Mutiara Hitam.

“Kita juga harus belajar dengan tim diluar sana, seperti Belanda dan Jerman yang mengandalkan tenaga-tenaga muda, dan kita tahu Papua tidak pernah kehabisan dengan pemain muda. Mereka juga bisa menjadi regenerasi yang luar biasa jika sering diturunkan,” ujarnya.

Pelatih kepala Persipura Jayapura, Luciano Gomes Lenadro menuturkan, terlalu dini untuk bicara juara. Namun ia akan terus bekerja keras untuk bisa memberikan yang terbaik bagi tim Persipura. Pelatih berpaspor Brasil ini juga menyadari kerinduan masyrakat untuk melihat kejayaan Persipura.

“Saya hanya berikan 100 persen untuk tim Persipura, dan saya juga minta kepada pemain untuk berikan 100 persen buat saya. Karena jika kita sama-sama bekerja keras saya yakin kita bisa meraih hasil yang bagus disetiap pertandingan,” tutupnya. (eri/tho)