JAYAPURA-Kasus penembakan di Kampung Bingki Distrik Seradala Kabupaten Yahukimo yang menewaskan 4 orang dikatakan sulit diredam jika dua pucuk senjata api yang dikuasai para pelaku tak diamankan. 

Selama senjata ini masih dipegang kelompok tersebut maka sangat memungkinkan akan muncul insiden lainnya. Kabupaten Yahukimo yang sedang dalam masa pemulihan perlu memikirkan upaya yang tepat agar persoalan ini tidak berlarut – larut. Pasalnya menurut Ketua Fraksi PAN DPR Papua, Sinut Busup  kejadian ini baru pertama kali terjadi di Yahukimo setelah berstatus definitif. 

 Ia pun mengingatkan bupati dan wakil bupati untuk berupaya keras mengembalikan situasi daerah. “Jangan muncul kembali penembakan  di lokasi lain yang akhirnya sama seperti beberapa daerah yang sering terjadi konflik. Sulit menciptakan daerah yang aman kalau senjata masih dipegang kelompok tersebut. Pemerintah menurut saya harus berfikir bagaimana caranya senjata ini bisa dikembalikan. Bisa dititip ke pendeta atau tokoh yang ada disana,” jelas Sinut Busup di Jayapura, Senin (28/6).

Dalam kepemimpinan sebelumnya menurut Sinut, kejadian seperti ini tidak pernah terjadi sehingga perlu dilihat apakah ada yang salah. Untuk itu, Sinut menyarankan agar  Pemkab Yahukimo membuat regulasi atau perda yang mengatur soal lokasi pendulangan emas. Atur agar yang mendulang hanyalah orang Yahukimo dan tak boleh ada masyarakat lain. 

“Ini karena masyarakat Yahukimo tidak akan mendulang di daerah di luar Yahukimo tapi di Seradala ini semua warga dari luar ada. Pikiran saya biarlah lokasi ini dikelola  orang Yahukimo dan masyarakat lain mengelola daerahnya,” saran Sinut. 

Ia  melanjutkan bahwa pria berinisial PS tidak perlu dikait-kaitkan dengan kasus ini. Sebab dirinya meyakini tak ada kaitan dengan PS. “Itu dia (PS, red) sudah kawin dengan perempuan di Distrik Sela dan saya bisa katakan bahwa PS tidak ada kaitan dalam kasus ini,” bebernya. 

Terkait Perda tersebut menurut Sinut, Pemda harus segera mengatur soal penambangan mengingat di  Distrik Seradala ada sekitar 3.000 orang dan semua bisa masuk. “Ingat saat ini belum 100 hari dimana ada target pemulihan Yahukimo dalam 100 hari kerja tapi belum 100 hari sudah terjadi  insiden. Kami tak mau Yahukimo seperti Nduga, Intan Jaya, Puncak maupun Ilaga dan minta kepala daerah selalu stanby di Yahukimo mengontrol semuanya,” imbuhnya. (ade/nat)