RAPAT-Kepala Kementerian AgamaJayapura Drs. H.Syamsuddin, MM., saat memberikan masukan dalam rapat rencana pembukaan rumah ibadah di Kota Jayapura, bersama Wali Kota Jayapura dan Forkopimda di main hall Pemkot Jayapura, Selasa (9/6)kemarin. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Pemkot Jayapura bersama Forkopimda Kota Jayapura, kantor Kementerian Agama Kota Jayapura dan para pimpinan serta tokoh agama sudah melakukan pertemuan membahas rencana pembukaan tempat ibadah di Kota Jayapura, Selasa (9/6)

Namun pertemuan yang dipimpin Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., di kantor Wali Kota Jayapura, belum menghasilkan keputusan.  

Rencananya hari ini Rabu (10/6) akan kembali digelar pertemuan  besar-besaran dalam memutuskan apakah tetap bisa dibuka rumah ibadah dengan menjalankan protokol kesehatan atau belum sama sekali. 

Pertemuan hari ini, rencananya dilakukan secara terpisah yaitu untuk agama Kristen Protestan dan Katolik akan dipimpin oleh Wali Kota Jayapura di rumah jabatan wali kota. Sementara untuk agama Islam dipimpin Wakil wali Kota Jayapura di main hall kantor Wali Kota Jayapura. Sedangkan untuk agama Buddha dan Hindu akan mengikuti keputusan yang ada.

 “Kita mengambil keputusan ini dengan arif dan bijak tidak arogan apalagi ini umat, kita sudah tiga bulan tidak beribadah di rumah ibadah. Jadi dengan adanya pertemuan ini diharapkan ada keputusan yang baik. Karena jika saya putuskan sendiri tidak mungkin, saya harap pertemuan ini menjadi keputusan yang baik bagi kita bersama,” ungkap Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM. 

 Diakuinya virus Corona tidak bisa diliat, sehingga kewaspadaan tetap harus dilakukan. Apalagi Kota Jayapura masih berada di zona merah. Untuk itu, jika masyarakat tidak mau sadar dan disiplin tentu penyebaran virus Corona tidak bisa hilang.(dil/nat)