Yosep Wibisono ( FOTO: Denny/ Cepos )

WAMENA-Kepala SMA Negeri 1 Wamena di Kabupaten Jayawijaya Yosep Wibisono mengaku menyiapkan protokol kesehatan saat  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)  yang dilakukan secara manual karena jaringan  internet belum memadai untuk dilakukan secara online.

  “Anak-anak datang ke sekolah tetapi kita tetap menggunakan protokol kesehatan, jadi di halaman sekolah kami aturnya per sekolah asal, kemudian nanti saat tes juga masuk per sekolah asal, jadi tidak digabung dengan sekolah asal yang lain,” jelas  Yosep, Jumat (5/6) kemarin

   Yosep mengaku akan menyurati Dinas K esehatan dan tim gugus Covid Jayawijaya terkait rencana pemeriksaan suhu tubuh setiap calon siswa yang hendak masuk ke lingkungan sekolah itu untuk mendaftar. Diharapkan setiap siswa yang mendaftar ini bisa terdeteksi dini oleh petugas yang melakukan screening dengan Thermo scanner.

  “Semua, baik siswa maupun guru yang datang kita wajibkan pakai masker selama berada di lingkungan sekolah, termasuk akan dilakukan pengukuran suhu tubuh,” katanya.

  Yosep juga memastikan pihak sekolah telah menyediakan tempat mencuci tangan sebagai upaya mencegah penyebaran corona. Agar selain penggunaan masker, Thermo Scan juga diwajibkan untuk selalu mencuci tangan dalam lingkungan sekolah, artinya agar pencegahan dimulai dari diri sendiri.

  “Kita siapkan semua yang menjadi prosedur sebelum dibukanya PPDB di SMA Negeri 1 Wamena, mengingat sekolah ini mempunyai peminat yang banyak sehingga wajib kita menyediakan protokol kesehatan di lingkungan sekolah,”bebernya

   Menurut Yosef, pada PPDB tahun ini,  SMA Negeri 1 Wamena hanya akan menerima 300 orang,   disesuaikan dengan kapasitas ruang kelas yang tersedia. SMA Negeri 1 Wamena tidak menerima siswa dari kabupaten lain yang berada di sekitar Kabupaten Jayawijaya.

  “Tetapi dengan catatan, distrik di Jayawijaya yang sudah ada SMAnya, kami tidak terima. Ini dalam rangka pemerataan. Misalnya di Bolakme, Porome, Kurulu, Asologaima, Sogokmo, Yalengga itukan mereka sudah ada SMAnya di sana jadi kita tidak terima (dari luar Kota Wamena.red),” katanya.(jo/tri)