Kapolres Jayawijaya AKBP.Dominggus Rumaropen, S.Sos, MSi saat melepas patroli gabungan TNI/Polri dan Satpol PP dari Polres Jayawijaya, Selasa (10/3). ( FOTO: Denny/ Cepos )

WAMENA-Menyikapi berbagai isu kerusuhan yang akan terjadi di Wamena yang meresahkan masyarakat Kepolisian Resort (Polres) Jayawijaya, Kodim 1702/ Jayawijaya, Batalyon 756 / Wimanesili dan Satpol PP Pemda Jayawijaya melakukan patroli gabungan untuk memastikan warga tidak takut dengan berbagai isu yang merupakan bagian dari teror dari pihak -pihak yang tak ingin Jayawijaya aman.

   Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen mengakui jika sejak tiga minggu terakhir ada beberapa isu yang berkembang di masyarakat seperti adanya kelompok -kelompok masyarakat yang ingin melakukan pengerusakan rumah -rumah dan  kemungkinan adanya kerusuhan. Tentu isu ini memberikan kepanikan bagi masyarakat Jayawijaya.

   “Patroli gabungan ini untuk memberikan rasa aman kepada warga Jayawijaya agar tidak merasa takut dengan berbagai isu yang berkembang. Artinya ada pihak -pihak yang menghendaki Jayawijaya tidak aman, sehingga patroli ini sekaligus memberitahu kepada warga agar mobilitas warga berjalan seperti biasa,”ungkapnya usai melakukan patroli gabungan keliling Kota Wamena Selasa (10/3) kemarin.

   Kapolres juga mengakui dari isu yang beredar bahwa pada tanggal 13 dan 14 Maret akan dilakukan serangkaian aksi. Karena itu, dengan patroli ini merupakan kegiatan perimbangan dalam Pemeliharaan Kamtibmas  dimana Kepolisian yang dibackup oleh TNI.

   “Namanya isu itu dari mulut ke mulut dan masyarakat mengalami ketakutan, sehingga kami terus memberikan imbauan kepada masyarakat melalui fungsi Binmas Polres Jayawijaya terus dilakukan agar tetap tenang,”jelas Rumaropen.

   Ia memastikan  selain patroli dan memberika imbauan, polisi juga gencar melakukan razia senjata tajam. Dimana Polres Jayawijaya melarang masyarakat tak membawa senjata tajam dalam melakukan aktifitas dala Kota Wamena, apabila ditemukan benda -benda tajam dan lainnya akan   diamankan.

   “Kami juga masih terus melakukan razia terhadap kendaraan yang masuk terus menerus dan tak ada hentinya, sehingga kota Wamena ini benar -benar aman dan terkendali,”kata Rumaropen

   Secara terpisah salah seorang warga Laode Asraf mengaku  masyarakat di Jayawijaya sebenarnya masih trauma dengan kerusuhan 23 September lalu. Saat ini, lanjut Laode, masyarakat Wamena ini tidak takut dengan tindakan kejahatan lain di jalan seperti jambret dan kekerasan di jalanan, namun jika ada isu demo ini menimbulkan kepanikan karena memang warga masih trauma.

  “Dengan adanya persiapan pengamanan seperti ini, setidaknya dapat memberikan kepercayaan kepada warga jika kesiapan aparat keamanan dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat sudah ada, sehingga untuk menanggapi isu yang berkembang tak terlalu dikhawatirkan,” bebernya di Pasar Jibama Wamena. (jo/tri)