Direktur RSUD Wamena Dr.Felly Sahureka ( FOTO: Denny/ Cepos)

WAMENA-Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena dr.Felly Sahureka memastikan ada tiga ruang isolasi bagi penanganan pasien Covid -19 di RSUD Wamena saat ini.  Hanya saja, tak semua ruangan ini digunakan oleh pasien yang positif virus corona , namun pemerintah sudah menyiapkan rumah sakit darurat untuk penanganan pasien covid yang tak bergejala.

   Menurutnya, kapasitas di RSUD Wamena untuk ruang isolasi ada 18 tempat tidur dan saat ini tinggal satu pasien yang dirawat di ruang isolasi Covid, terakhir satu sembuh sudah pulang jadi saat ini tinggal satu.

   “Jadi masih ada 17 tempat tidur yang terpisah. Kami punya tiga ruangan terdiri dari yang satu tiga tempat tidur, satu empat dan satunya 11, ditambah dengan satu yang digunakan jadi 18.” ungkapnya, Rabu (23/9) kemarin.

   Menurutnya, 21 orang pasien covid yang saat ini dirawat di RS darurat yang dibuat oleh Pemda melalui SK bupati sehingga tidak semua diruang isolasi RSUD Wamena. Rata-rata yang dirawat disini adalah yang berat, sedang dan bergejala atau muncul keluhan terkait dengan gejala Covid, dalam arti bahwa dia membutuhkan perawatan khusus.

   “Jadi kalau orang yang dirawat di RS Darurat itu yang tanpa gejala saja,  tetapi dia tetap diobati, namun pasien ini tidak menunjukan gejala.”jelas Felly Sahureka 

   dr Felly mengaku sebenarnya pasien tanpa gejal ini bisa  dirawat di rumah. Tetapi kondisi di Wamena,  orang-orang yang mau diisolasi mandiri di rumah itu, kadang  keadaan rumah tidak memungkinkan. Karena itu,  sebaiknya mereka diisolasi di tempat khusus yang bisa memonitor mereka, 

   “Ini terkait juga kepatuhan pasien Covid, kadangkan tidak patuh dan jalan ke mana-mana ini yang bikin masalah hingga di dua minggu terakhir ini kan angka Covid di Wamena cukup signifikan, sehingga yang betul-betul   terinfeksi ini  bisa dipantau atau diawasi baik oleh tenaga medis.”bebernya.

    Dikatakan, petugas untuk di RS darurat itu dari Dinas Kesehatan dan itu sudah diatur pembagiannya. Di RSUD Wamena memang awalnya untuk kasus Covid tidak ada ruangan, kemudian pihaknya membuat ruangan yang akhirnya memang disesuaikan dengan luas ruangan itu. Dimana saat ini ada  tiga tempat tidur, ruang ke dua empat dan ruang yang ketiga itu yang 11 tempat tidur.

  “Sebenarnya ruang ke tiga itu bisa tambah 6 lagi, jadi bisa maksimal di situ 15 maksimal, ruangannya tidak disekat, tetapi ruang ke tiga itu masing-masing per kamar.”kata Dr. Felly

    Ia menambahkan kalau untuk pasien rujukan Covid-19 yang dari luar Wamena yang tidak bergejala, merujuk ke sini sehingga ada yang ditempatkan di RS darurat. Tetapi beberapa waktu lalu  juga  pasien itu dirawat di RS karena memang gejalanya ada yang berat, ada yang  sedang dan mereka sudah sembuh dan sudah pulang.

   “Kita di RSUD Wamena pernah merawat 15 pasien Covid -19 dari kabupaten pemekaran seperti dari Lanny Jaya dan Yalimo, kini semuanya telah dinyatakan sembuh dan dipulangkan,”tambahnya. (jo/tri)