Pesawat Trigana ATR 72 Seri 300 yang disiapkan untuk mengangkut penumpang maksimal 45 orang saat bandara Wamena dibuka 22 Juni mendatang. ( FOTO: Denny / Cepos)

WAMENA-Menyusul kesepakatan dibukanya kembali Bandara Wamena pada 22 Juni mendatang, PT Trigana Air menyediakan pesawat ATR 72 Seri 300 yang akan melayani penerbangan penumpang di Jayawijaya seminggu dua kali penerbangan. Dimana setiap penerbangan dibatasi 45 orang saja tidak boleh lebih.

   “Jadi Trigana seminggu dua kali penerbangan dan Wings juga dua kali penerbangan sehingga dalam seminggu itu ada 4 kali penerbangan. Dalam pandemi Covid 19 kita antisipasi keamanan dan Kesehatan,”ungkap  Manager Trigana Air Service Wamena Michael Biduri kepada Cenderawasih Pos via selulernya, Selasa (16/6).

  Menurutnya, untuk penerbangan yang akan dibuka ini pihaknya masih menggunakan pesawat ATR dan bukan Boeing. Diakui, awalnya animo penumpang memang banyak, tetapi seiring waktu berjalan tidak akan banyak, karena birokrasinya terlalu berbelit -belit membuat orang tak ingin bepergian keluar jika tak ada masalah yang penting.

  “Mungkin awal pembukaan banyak orang, tetapi kedepannya tidak akan banyak karena harus mengurus surat ini dan itu untuk naik ke pesawat, sehingga perhitungan kita minggu pertama memang ramai namun kedepannya tidak,” jelasnya.

   Dari segi bisnis, Michael menilai penerbangan belum normal dan kemungkinan baru normal kembali pada Agustus –September. Saat ini, yang ditakutkan jika bandara dibuka 22 Juni dan   jika pasien C-19 di Jayawijaya bertambah bisa kembali penerbangan ditutup jauh kedepan.

   “Untuk ATR ini dari Jayapura bisa memuat 75 orang, sedangkan dari Wamena bisa memuat 45 orang normalnya, sehingga untuk pembatasan ini, penumpang dari Jayapura harus disamakan dengan penumpang dari Wamena itu sudah bisa dilakukan pembatasan,”tuturnya

   Michael menyebut bahwa  prosedur Covid yang diedarkan dari Gubernur Papua, Menteri  Perhubungan akan diterapkan pada 22 Juni mendatang.  “Untuk penumpang yang mau turun dari Wamena ke Sentani harus menunjukkan surat kesehatan yang menunjukkan dia sehat dan juga dari karantina untuk mengisi kartu kesehatan tentang riwayat sakitnya calon penumpang, dan juga surat izin dari Bupati, kalau sudah dilengkapi kita bisa membuka pembelian tiket,” jelasnya. (jo/tri)