DEMONSTRASI: Ratusan pedagang Pasar Youtefa, saat melakukan aksi demonstrasi di Gedung DPRD Kota Jayapura, Kamis (20/2). ( FOTO: Yewen/Cepos)

Wali Kota: Pedagang Harusnya Bersyukur Pasar Baru Bebas Banjir

JAYAPURA-Ratusan para pedagang yang berada di Pasar Youtefa melakukan aksi demonstrasi di Gedung DPRD Kota Jayapura. Aksi ini berkaitan dengan rencana pemindahan pedagang Pasar Youtefa ke Pasar Baru Youtefa yang sudah dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura.

Koordinator Pedagang Cagar Bongkar Pasar Youtefa, Muksin mengatakan pihaknya dari pedagang Pasar Youtefa pada intinya siap untuk dipindahkan ke Pasar Baru Youtefa yang berada di Otonom Kotaraja Distrik Abepura Kota Jayapura. Namun fasilitas yang ada di Pasar Baru Youtefa tidak memadai untuk ditempati.

“Intinya pedagang Pasar Youtefa itu siap dipindahkan. Tetapi fasilitas yang ada di Pasar Baru Youtefa tidak memadai untuk ditempati,” katanya kepada wartawan disela-sela aksi demonstrasi yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Jayapura, Kamis (20/2).

Muksin mengatakan, sebagai pedagang di Pasar Youtefa pihaknya tidak mau dipindahkan secara bertahap. Tetapi para pedagang harus dipindahkan secara keseluruhan di Pasar Baru Youtefa. “Kami tidak mau dipindahkan secara bertahap,” katanya.

Muksin menjelaskan, los di Pasar Baru Youtefa yang dibangun hanya ada los daging, ikan, sayur, pinang, dan lain-lainnya. Sementara untuk kios tidak ada di sana.  Oleh karena itu, pihaknya sendiri siap dipindahkan, asalkan fasilitas di Pasar Baru Youtefa harus sudah siap semuanya.

“Saya katakan tadi (kemarin, red) kami siap pindah, asalkan fasilitas di Pasar Baru Youtefa sudah memadai untuk kami,” jelasnya.

Mewakili pedagang, Muskin meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura dan DPRD Kota Jayapura dapat mencari solusi yang terbaik untuk para pedagang yang ada di Pasar Youtefa.

Demo damai yang dilakukan pedagang Pasar Youtefa kemarin diterima langsung Ketua DPRD Kota Jayapura, Abisay Rollo didampingi 20 anggota DPRD Kota Jayapura. 

Usai mendengar masukan dan keluhuan pedagang, Abisay Rollo beserta rombongan langsung meninjau kondisi pasar regional youtefa yang baru.

Usai melihat langsung pembangunan Pasar Youtefa yang baru, Abisay Rollo menegaskan bahwa pasar baru memang saat ini belum layak untuk ditempati. 

Abisay Rollo menilai bahwa pembagian lokasi lapak setiap pedagang begitu kecil serta fasilitas pendukung juga belum lengkap.

TINJAU PASAR: Ketua DPRD Kota Jayapura, Abisay Rollo bersama anggota DPRD Kota Jayapura lainnya saat meninjau bangunan Pasar Regional Youtefa yang baru, Kamis (20/2) siang.( FOTO: Erik / Cepos)

“Kita tinjau pasar yang baru ini, karena pasar ini dianggap belum lengkap. Kata kasarnya belum layak. Sehingga mereka bawa permasalahan ini kepada kita. Setelah kita tinjau langsung, asar memang belum siap. Kalau kelayakan bangunannya sudah oke, tetapi fasilitasnya belum siap termasuk kamar mandinya belum ada terminalnya belum ada,” ungkap Abisay Rollo kepada awak media di sela-sela peninjaun Pasar Baru Youtefa.

“Kemudian banyak yang harus jualan di lantai dengan ukuran kecil sehingga mereka keberatan. Karena tidak cukup bagi mereka untuk penjual sayur atau pinang. Intinya bangunan ini belum siap. Pasar ini belum siap semuanya. Para pedagang kalau duduk saling membelakangi, jualanpun tidak cukup, karena ukurannya sangat kecil atau hanya satu meter,” sambungnya.

Abisay Rollo mengatakan, pihaknya akan duduk bersama dengan Pemerintah Kota Jayapura untuk mencarikan solusi mengenai nasib para pedagang tersebut. Sehingga alangkah baiknya pemindahan yang dijadwalkan pada 24 Februari harus ditunda dulu.

“Saya berharap kepada pemerintah, wali kota dan kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jayapura, pemindahan pedagang pada 24 Februari belum layak dipindahkan. Kita perlu rapat antara DPRD dan pemerintah yang berkaitan dengan Pasar Youtefa untuk mencari solusinya. Jika dipaksanakan itu luar tanggung jawab kita sebagai DPRD,” ujarnya.

Ia hanya harap DPRD Kota Jayapura dan Pemerintah Kota Jayapura yang menangani Pasar Youtefa baik yang lama maupun yang baru bisa menemui titik terang mengenai polemik yang terjadi di pasar baru tersebut.

“Kita belum tahu sampai kapan, karena ini harus dibicarakan. Jangan juga dipaksanakan, biarlah ini dibangun sesuai kemampuan daerah, dibangun pelan saja. Karena pasar lama masih layak bagi mereka sementara gunakan. Ini dibangun sampai memenuhi syarat kemudian baru dipindahkan. Mereka juga tidak melawan pemerintah untuk pindah, hanya saja mereka meminta untuk mendapatkan tempat yang layak dengan fasilitas yang ada,” bebernya.

Dirinya juga menyoroti dengan adanya aturan khusus bagi penjual pinang yang mengharuskan menjual per kilo, tak lagi secara eceran atau istilah pinang ojek.

“Mereka ditetapkan agar tidak menjual pinang tumpukan lagi tetapi harus jual perkilo. Itu hak mereka, mau jual satu buah atau satu kilo, itu urusan pedagang, tidak bisa kita intervensi. Saya sebagai ketua DPRD tidak punya hak untuk menetapkan penjualan pinang harus kiloan, mau jual eceran, ojek atau tumpuk silakan saja,” jelasnya.

Sementara itu Wakil Ketua Fraksi KSD Kebangkitan Solidaritas Demokrat dan PSI DPRD Kota Jayapura, La Ode Mohitu menambahkan bahwa kondisi pasar saat ini memang belum layak, jika para pedagang harus dipaksakan untuk pindah pada 24 Februari mendatang.

“Memang tidak setuju pemindahan yang direncanakan oleh Pemkot. Kami sebagai legislatif sangat memperhatikan aspirasi masyarakat. Makanya kami turun lapangan melihat langsung untuk memastikan aspirasi yang disampaikan masyarakat. Dan hari ini (kemarin, red) terbukti memang tidak layak dari segi fasilitas seperti terminal, artinya fasilitas untuk pedagang belum layak,” katanya.

“Sejatinya bahwa legislatif dan eksekutif bagaimana caranya memikirkan kesejahteraan masyarakat bukan menyusahkan masyarakat. Mereka tidak melawan aturan Pemkot, mereka setuju hanya mereka minta yang layak, adil dan fasilitas yang baik. Poisisi mereka tidak melawan tetapi mereka mengadu untuk meminta fasilitas yang baik. Mereka setuju pindah tetapi dengan faslitas yang baik. Intinya bagaimana pasar ini bagus bagi pedagang untuk menjalankan roda perekonomian,” tambahnya.

Senada dengan itu, penanggungjawab aksi La Ode Hima membeberkan, mereka melakukan aksi demo damai bukan untuk melawan Pemerintah Kota Jayapura. Namun mereka hanya meminta fasilitas pasar baru tersebut benar-benar layak.

“Aksi kami hari ini (kemarin) bukan sesungguhnya melawan pemerintah. Tetapi kami mau dipindahkan asal tempatnya layak. Jadi untuk saat ini kalau keadaannya seperti ini, jujur saya tidak setuju dipindahkan. Karena fasilitas belum layak,” tandasnya.
Sementara itu, Wali Kota Jayapura Dr. Benhur Tomi Mano, MM., yang dikonfirmasi mengatakan, sejatinya pedagang Pasar Youtefa Abepura yang akan dipindahkan di Pasar Baru Youtefa Kotaraja harus senang. Karena pasar ini bebas banjir dan secara bangunan sudah layak. Namun pemindahan menurutnya dilakukan secara bertahap dan ke depan tetap akan dipindah semua. 

 “Saya mau beri tahu mereka yang melakukan demo menyampaikan aspirasi ke DPDR Kota Jayapura, pasar itu dulu kamu bilang banjir. Banjir, maka pemerintah peduli dan perhatian kepada kamu (pedagang, red) dengan membangun Pasar Baru Youtefa Kotaraja yang bebas banjir dan lebih nyaman. Jadi kamu stop melakukan demo, demo, demo apa lagi?,” tegasnya, Kamis (20/2) kemarin.

    Ditegaskan, dulunya setiap hujan deras hanya 30 menit Pasar Youtefa Abepura banjir. Untuk itu, solusinya dipindahkan dan bangun Pasar baru.

 Pemerintah menurutnya juga sudah atur dan undi siapa pedagang yang berjualan di sana. Seperti ada pedagang Mama-mama Papua, pasar ikan dan daging. 

Tomi Mano mengakui untuk saat ini kios masih tetap di Pasar Youtefa Abepura. Sebab Pemkot Jayapura sudah menyiapkan lahan kurang lebih 10 hektar untuk dibangun kios.

“Pokoknya pedagang harus pindah 1 Maret, tidak ada alasan lagi kalau tidak pindah maka saya akan tutup Pasar Youtefa Abepura,”tegasnya.

Wali Kota Tomi Mano mempertanyakan langkah pedagang demo di DPRD Kota Jayapura. Menurutnya, para pedang bisa datang menemuinya dan membicarakan dengan baik-baik. 

“Jangan buat hal yang menjadi contoh tidak baik. Karena wali kota selalu berkomitmen untuk melakukan yang terbaik baik seluruh masyarakat yang tinggal di Kota Jayapura,” tutupnya.(eri/bet/dil/nat)