Kemarin Polda Papua Gelar Pasukan Operasi Lilin Matoa Tahun 2020

Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw bersama Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono dan pejabat terkait lainnya, ketika mengecek pasukan dalam apel gelar pasukan operasi lilin tahun 2020 di Mako Brimob, Kotaraja, Senin (21/12) kemarin. ( FOTO: Yewen/Cepos)

JAYAPURA- Pihak Polda Papua bersama TNI dan sejumlah instansi terkait lainnya menggelar pasukan dalam kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Matoa Tahun 2020 di Mako Brimob, Kotaraja Senin (21/12).

Apel gelar pasukan operasi lilin matoa ini dipimpin langsung oleh Kapolda Papua, Irjen. Pol Drs. Paulus Waterpauw dan dihadiri langsung oleh Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono dan sejumlah pejabat dari Polri dan TNI serta Pemerintah Provinsi yang berada di Papua.

Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw mengatakan, operasi lilin matoa tahun 2020 ini akan berlangsung selama 15 hari kedepan. Mulai dari tanggal 31 Desember 2020 sampai dengan tanggal 4 Januari 2021 mendatang. Operasi lilin matoa ini dalam rangka pengamanan natal dan tahun baru di Papua.

“Kami laporkan untuk personil yang terlibat dalam operasi ini totalnya adalah 1.873 personel. Dari jumlah ini Polda Papua sendiri menurunkan 313 personel, sementara untuk Polres jajaran adalah 1.560 personel,” ujarnya kepada wartawan.

Menurut Waterpauw amanat Kapolri telah memberikan beberapa penegasan di seluruh jajaran, termasuk di Polda Papua selama pelaksanaan operasi lilin matoa 2020, yaitu pertama seluruh personil dapat menyiapkan mental dan fisik serta kesehatan. Niat yang baik dalam pelaksanaan tugas sebagai bagian dari peribadahan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Kedua beliau memerintahkan kita untuk melakukan deteksi dini dengan memetakan fenomena atau dinamika masyarakat yang sedang berkembang. Hal ini supaya selalu mengambil langkah-langkah antisipasi dan antisipatif secara dini untuk mencegah aksi-aksi yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Ketiga kata Waterpauw, Kapolri meminta kepada personel untuk meningkatkan kepekaan dan kewaspadaan, termasuk kesiapsiagaan dalam pengamanan itu sendiri, mengantisipasi terjadinya teror, termasuk kriminalitas yang ada di Papua.

Lebih lanjut, kata Waterpauw yang keempat adalah Kapolri meminta agar semua personel untuk melaksanakan pengamanan operasi lilin ini secara profesional, tetapi juga humanis dalam memberikan pelayanan yang terbaik. Setiap anggota diharapkan menggunakan body sistem, terutama di wilayah-wilayah yang rentan terhadap gangguan kamtibmas yang ada di Papua.

“Kapolri ingatkan juga untuk melakukan penegakan hukum dengan cara profesional dan proporsional serta tetap menjadi teladan bagi keluarga, rekan kerja, tetapi juga masyarakat, terutama dalam menegakan protokol Covid-19 dengan cara memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, sekaligus menerapkan pola hidup sehat dan bersih,” ujar mantan Kapolda Papua Barat ini.

Senada dengan itu,  Pangdam XVII/Cenderawasih, Ignatius Yogo Triyono mengatakan, pihaknya tetap di jajaran Kodam XVII/Cenderawasih pada prinsipnya tetap membekap kekuatan yang diminta oleh Kapolda Papua. Tentu tidak hanya di Jayapura, tetapi di seluruh wilayah Kodam XVII/Cenderawasih.

Sementara itu, Mewakili Gubernur Papua yang disampaikan oleh Kepala Kesbapol Provinsi Papua, Musa Isir, M.KP menyampaikan, pihaknya dari Pemerintah Provinsi Papua sangat mendukung operasi matoa tahun 2020 yang dilakukan oleh Polda Papua.

“Pemerintah Provinsi Papua sangat mendukung operasi lilin matoa tahun 2020 ini. Hal yang dilakukan Pemerintah Provinsi Papua, yaitu akan melakukan radiogram dan himbauan kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota dan tokoh agam di Papua, sehingga pada saat merayakan natal memperhatikan protokol kesehatan,” jelasnya. (bet/wen)