Tampak kondisi Stadion Papua Bangkit yang dipersiapkan untuk pelaksanaan PON XX tahun 2020. Persipura berharap bisa bermarkas di stadion ini. Insert, Jacksen Tiago (FOTO: Erik / Cepos)

Persipura Masih Berharap Home Base di Spaba

JAYAPURA – PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator liga telah mengeluarkan draft jadwal Liga 1 2020, dimana kick off akan dimulai pada 29 Februari.

Untuk tim Persipura Jayapura sendiri baru mengawali laga perdananya pada tanggal 1 Maret kontrak PSIS Semarang. Persipura Jayapura akan bertindak sebagai tuan rumah. 

Namun hingga saat ini, belum dipastikan Persipura Jayapura akan menjamu PSIS di stadion mana. Hanya saja, Persipura dikabarkan kembali menggunakan Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur dan Stadion Aji Imbut Tenggarong, Kalimantan Timur sebagai stadion alternatif musim ini. 

Meski belum memutuskan stadion yang digunakan untuk menjamu PSIS, namun sang pelatih Jacksen F. Tiago tak begitu pusing. Menurutnya, timnya saat ini sudah sangat siap menjamu PSIS. 

“Saya belum dapat jadwal resmi, yang jelas apapun jadwalnya, kami pasti akan siap,” ungkap Jacksen kepada Cenderawasih Pos via telepon selulernya, Kamis (6/2) siang kemarin. 

Disinggung soal kekuatan calon lawannya, pelatih asal Brasil itu mengaku buta dengan tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar itu. Pelatih yang sudah meraih tiga trophy Liga Indonesia bagi Persipura itu menjelaskan bahwa kontestan Liga 1 musim ini semua memiliki kekuatan berbeda dengan musim lalu.

Pasalnya, musim ini semua kontestan Liga 1 melakukan perombakan besar-besaran. Meski begitu, Jacksen tetap optimis timnya bisa mengawali kompetisi dengan raihan poin. 

“Kalau siapapun lawannya, jelas tidak ada yang tahu kekuatan masing-masing klub, tapi kami tetap siap,” ujarnya.

Seperti diketahui, sesuai draft jadwal yang telah dirilis oleh PT LIB, pada putaran pertama Persipura akan memainkan 10 laga kandang, dan 7 laga away. 

Namun sayangnya di putaran pertama kompetisi Liga 1 musim ini, Persipura kembali dipastikan menyandang status sebagai tim musafir. Pasalnya home base tim berjuluk Mutiara Hitam itu, Stadion Mandala Jayapura masih dalam tahap renovasi dan diperkirakan rampung 100 persen pada pertengahan bulan Mei 2020.

Kick off kompetisi Liga 1 2020 dijadwalkan mulai pada 29 Februari. Manajemen Persipura sendiri telah mendaftarkan dua stadion atlernatif musim ini. Yakni Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur dan Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Kalimantan Timur. 

Selain kedua Stadion tersebut, Persipura juga berusaha untuk menggunakan Stadion Klabat Manado, Sulawesi Utara dan salah satu stadion di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

“Kami masih menggunakan Stadion Delta Sidoarjo dan Stadion Aji Imbut. Keduanya sudah terdaftar. Saat ini kita juga masih koordinasi dua stadion yaitu Stadion di Jember dan Stadion Klabat di Manado. Namun harus diverifikasi khusus dari PSSI dulu. Karena ada beberapa aspek yang harus penuhi oleh stadion tersebut,” ungkap Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano kepada Cenderawasih Pos saat ditemui, Kamis (6/2) siang kemarin.

Orang nomor satu di jajaran Pemkot Jayapura ini membeberkan bahwa dalam waktu dekat PT. LIB selaku operator liga akan segera melakukan verifikasi kedua stadion tersebut. Baik dari segi rumput, lampu dan fasilitas pendukung.

Selain telah mendaftarkan Stadion Delta Sidoarjo dan Stadion Aji Imbut, Tomi Mano juga masih berharap Pemerintah Provinsi Papua dapat memberikan lampu hijau bagi timnya untuk bisa menggunakan Stadion Papua Bangkit atau Spaba.

“Kami sudah menyurati pemerintah provinsi Papua melalui Dinas PUPR dan kita masih menunggu jawaban dari mereka. Jika mereka tidak jawab kita tetap kembali mengirimkan surat kedua dan ketiga sampai ada jawaban resmi dari Pemprov Papua mengenai perizinan penggunaan Stadion Papua Bangkit untuk Persipura,” ujarnya.

Dikatakan, bermain di luar Papua menjadi tugas berat bagi timnya. Selain kehilangan dukungan dari para suporternya, Persipura juga harus merogoh kocek yang cukup besar.

“Kami sangat ingin sekali bisa main di Papua. Kalau main di luar kita kehilangan segala-galanya. Kita mengeluarkan biaya yang cukup besar. Musim lalu  kita keluarkan sebesar Rp 2,5 miliar dan tidak ada pemasukan sama sekali. Oleh karena itu kami ingin main di Stadion Papua Bangkit jika diizinkan oleh Pemerintah Papua,” harapnya.

Stadion Papua Bangkit yang sudah rampung dikerjakan, akan menjadi venue pembukaan dan penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 pada buan Oktober – November. Meski telah mencapai progres 100 persen, namun Stadion yang berkapasitas 40 ribu lebih penonton itu belum juga diresmikan. (eri/nat)