Kepala Bulog Wamena Sudarsono  menunjukan Permintaan terakhir pemda Yahukimo kepada Bulog Wamena untuk penyaluran beras pada bulan maret tahun 2019 lalu. ( FOTO: Denny/ Cepos)

WAMENA-Kepala Kantor Pelayanan Cabang (KCP) Bulog Wamena Sudarsono memastikan jika penyaluran beras ke Kabupaten Yahukimo baru dilakukan untuk 3 bulan tahun 2019 lalu, yakni  dari Januari hingga Maret. Jatah beras untuk Yahukimo masih numpuk di Bulog, lantaran pemerintah daerah baru melakukan permintaan terakhir tahun lalu dan hingga saat ini belum ada permintaan lagi dari Pemda Yahukimo 

 “Permintaan beras ke Bulog dari Pemda Yahukimo baru sampai  Maret tahun lalu, dan sampai sekarang kita masih menunggu permintaan lanjutan. Sepanjang permintaan dari Pemda belum ada, maka tak bisa kita keluarkan beras dari Bulog,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (18/6).

  Dalam pendistribusian beras, Kata Sudarsono, pemerintah Yahukimo yang belum meng-order ataumengajukan permintaan beras dari Bulog untuk jatah ASN. Biasanya memang langsung diorder karena tiap bulan itu ada order beras jatah, mungkin karena jauh sehingga belum disampaikan kepada Bulog atau mungkin juga masalah angkutan.

  “Untuk jatah bulan Januari hingga Maret tahun 2019 itu kita sudah kirim semuanya sekitar 224 ton yang telah dialokasikan namun untuk kelanjutannya sampai saat ini memang belum ada permintaan dari pemda Yahukimo ,”katanya.

   Menurutnya , sebenarnya kalau dari Jayawijaya untuk mendistribusikan beras ke Yahukimo ini agak susah, sehingga ia berencana untuk melakukan pertemuan dengan Pemda Yahukimo dalam Hal ini Bupati Yahukimo untuk membicarakan pendistribusian beras mungkin bisa dilakukan dari Merauke karena stoknya disana banyak.

   Selain itu Pemda Yahukimo juga masih belum membayar beras yang sebelumnya disalurkan ditahun lalu sebesar Rp. 6 Miliar kepada Bulog. Namun sudah ada kesepakatan untuk menyelesaikan masalah itu dan untuk penyaluran beras hingga saat ini bukan karena itu, tetapi memang belum ada permintaan dari Pemerintah disna.

   Sebelumnya Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Pemda Yahukimo mempertanyakan jatah beras yang tiap bulan dipotong dari gaji mereka, namun belum didapatkan selama 1,5 tahun sejak 2019 hingga saat ini.  Hal ini membuat mereka kesulitan dalam mendapatkan beras disana.

  “Meskipun gaji kami dipotong tapi kami belum mendapatkan beras jatah, kami harus membeli beras lagi secara swadaya sendiri, sehingga kami pertanyakan jatah beras kami dimana selama ini,”kata kepala Puskesmas Distrik Walma Saulus Sobolim kepada Cenderawasih Pos. (jo/tri)