Anggota Polres Jayawijaya melakukan evakuasi terhadap jenazah Anton Sanda yang ditemukan terjepit dalam bak truk, Kamis (19/11). (FOTO: Denny/Cepos)

WAMENA- Warga Jalan Bhayangkara, khususnya di Lorong SMA PGRI Wamena, Kamis (19/11) pagi dikejutkan dengan ditemukannya sosok jenazah seorang pria atas nama Anton Sanda (33). 

   Korban dalam keadaan terjepit di bawah Bak truk yang terparkir di lokasi kejadian dan terbungkus dengan selimut Warna merah.  Dimana dugaan sementara kepolisian, jenazah tersebut korban bunuh diri.

  Dari informasi yang dihimpun Cenderawasih Pos di lapangan, sekitar 09.00 WIT, saksi Michael Marapa mencari korban Anton, namun tidak menemukan. Saksi kemudian melihat ke arah truk warna kuning yang parkir di sebelah kanan, lalu  saksi merapat ke truk dan melihat ada sendal dan kaki korban. 

  Saksi Michael yang terkejut, langsung memberitahu saksi lainnya bernama Rante yang langsung mengecek kondisi korban. Saat dilihat, badan sudah kaku, selanjutnya saksi melapor  ke  polisi. Kasat Samapta  bersama sejumlah anggotanya langsung mendatangi TKP. 

  Berdasarkan keterangan dari para saksi dan keluarga korban, dugaan sementara korban bunuh diri dengan cara menurunkan bak truk secara perlahan dan korban berbaring di bawahnya dengan kondisi tengkurap. Jenazah korban langsung dibawa keluarga karena setelah koordinasi korban memiliki surat hasil rapid test dengan hasil non reaktif.

  Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kasus penemuan jenazah tersebut. Awalnya anggota Polres Jayawijaya mendapat laporan jika ada warga yang terhimpit bak truk di jalan Bhayangkara kemudian piket Reskrim dan Sentra Pelayanan Polres Jayawijaya mendatangi tempat tersebut dan benar adanya kejadian itu.

  “Dari keterangan keluarga, korban sudah dua hari keluar dan memang pada saat itu dicari, lalu mereka mendatangi truk itu dan melihat selimut korban membalutnya, sehingga dugaan sementara bunuh diri, ini diakui pihak keluarga,”ungkapnya Kamis (19/11).

  Menurutnya, keluarga juga menerima kematian korban dan tak membuat laporan polisi. Bahkan untuk dilakukan autopsi juga tetap ditolak dengan membuat surat pernyataan dan sepakat menyatakan jika Anton Sanda adalah korban bunuh diri, sehingga penyelidikannya diminta untuk dihentikan.

  “Memang proses penyelidikan dihentikan dan itu permintaan keluarga, tetapi apabila  beberapa waktu ke depan kita peroleh keterangan lain, maka kasus ini akan kembali masuk dalam sidik, karena saat ini keterangan sementara bunuh diri,”tegasnya. (jo/tri)