Teluk Youtefa yang menjadi salah satu objek wisata di Kota Jayapura selama masa pandemi Covid-19 terlihat sepi , Sabtu (20/6) lalu. ( FOTO: Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Pandemi Covid-19 mempengaruhi berbagai kegiatan ekonomi dan juga sektor pariwisata. Terutama terkait dengan sarana akomodasi dan transportasi saat ini yang hampir lumpuh total.

 Sebelumnya potensi pariwisata di Papua disiapkan sebagai salah satu sektor yang akan menyumbang pertumbuhan ekonomi Papua dari tiga sektor unggulan yang disiapkan Pemerintah Papua untuk menopang pertumbuhan ekonomi Papua selain sektor tambang.

 Tiga sektor tersebut yaitu sektor pariwisata, sektor pertanian dan sektor perikanan. Akan tetapi dengan kondisi saat ini, nyaris sektor pariwisata di Papua belum dapat dikembangkan mengingat dampak Covid -19 yang mengharuskan pembatasan aktivitas masyarakat dari daerah satu ke daerah lainnya. Bahkan dari satu negara ke negara lain.

 Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga mengatakan, sampai dengan saat ini sektor pariwisata masih belum bisa beroperasi secara baik. Bukan hanya sektor wisata saja tetapi sektor pendukungnya seperti transportasi dan akomodasi. Dalam hal ini akses penerbangan dan dunia perhotelan pun masih belum dapat beroperasi dengan baik.

 “Kami melihat pada triwulan dua ini yaitu April-Juni, sektor tersebut sangat terpukul kegiatan oeprasionalnya baik itu transportasi, perhotelan dan restoran yang mendukung perkembangan pariwisata itu sendiri. Bahkan untuk okupansi dunia perhotelan di Papua saja hanya bertahan diangka 10 persen saja.  Transportasi baru diberikan relaksasi tetapi belum dibuka secara bebas untuk kunjungan wisata. Hal ini secara otomatis menggambarkan bahwa belum ada kebangkitan di sektor tersebut selama masa pandemi Covid -19,”ungkap Togir kepada Cenderawasih Pos, Senin (22/6) kemarin.

 Diakuinya, kondisi tersebut bukan hanya dialami di Papua saja tetapi diseluruh daerah-daerah di Indonesia saat ini seperti Bali, Lombok dan sebagainya, yang merupakan daerah-daerah wisata terpadat kunjungan wisata. Akibat dampak Covid-19 mengalami penurunan yang cukup besar.

 “Bahkan untuk Papua beberapa kegiatan Festival yang setiap tahunya dilaksanakan juga tertunda seperti Festival Lembah Baliem, dan beberapa kegiatan lainnya yang berbau pada pengenalan wisata dan budaya untuk saat ini belum bisa dilakukan. Kami menilai potensi pariwisata belum bisa berjalan dengan baik sampai dengan berakhirnya pandemi Covid -19,” jelasnya.

 Lanjutnya, terkait dengan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2020 ini pihaknya telah memprediksikan pertumbuhan ekonomi Papua akan sangat drop pertumbuhannya dibandingkan dengan tahun lalu. Bahkan untuk triwulan dua ini pihaknya prediksikan pertumbuhan ekonomi Papua tidak sebagus triwulan satu lalu.(ana/ary)