JAYAPURA – Guna memenuhi kebutuhan penerangan di tiga Kabupaten baik, Deiyai, Dogiyai, dan Paniai pemerintah disarankan membangun PLTA di Meepago untuk mewujudkan Kabupaten Mandiri Energi Listrik.

   “Saya anak asli Meepago, dan saya tahu terdapat sejumlah sungai di Meepago yang dapat dijadikan sumber energi untuk menghasilkan tenaga listrik jika dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA),” kata Ketua Kelompok Khusus, (Lokus) DPR Papua John Gobai, melalui sambungan telepon selulernya, Rabu, (30/6). 

   Ia mencontohkan seperti  sungai Mapiya, Kilo 100, Sungai di KM 171 (ruas jalan Nabire-Ilaga), Kali Bumi, Danau Paniai dan lainnya, tentu terlebih dahulu dilakukan survei. Menurutnya,  hal yang perlu dilakukan kemudian adalah membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di sektor ketenagalistrikan sesuai dengan UU No 23 Tahun 2014.   

   “BUMD tentu dibentuk dengan Peraturan Daerah serta Perda tentang Penyertaan Modal agar modal yang disetor baik berupa dana dan peralatan dapat dihitung sebagai prosentase saham, sehingga hasil penjualannya dapat dibagi antara PLN dengan  beberapa Pemkab di Meepago yang dapat dijadikan sebagai Pendapatan Asli Daerah ( PAD), sesuai dengan Permen ESDM No 19 tahun 2015 tentang Pembelian Energi Listrik dari PLTA oleh PLN PLTA 10 Mega Watt ( MW) dapat dikelola oleh Badan Usaha,” paparnya. 

  Menurutnya  BUMD  bisa mempercepat program listrik, apalagi daerah pemukiman kita polanya mencar-mencar, sehingga susah instalasi PLN masuk.  “Kalau BUMD bisa bangun di daerah terpencil kayak PLTMH kan masalah ini bisa diatasi, Oleh karena itu sekali lagi perlu saya tegaskan Untuk itu Pemerintah Kabupaten di Meepago perlu memikirkan Pembangunan PLTA,” kata Gobai. (oel/tri)