Sejumlah warga korban banjir bandang Sentani yang saat ini masih berada di Posko Pengungsian SKB, Sentani, Selasa (29/12), kemarin. ( foto: Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Sudah lebih dari 1 tahun korban banjir bandang Sentani yang berasal dari Kampung Kemiri, saat ini sebagian masih bertahan di Posko pengungsian yang terletak di SKB Sentani.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura sendiri telah menyediakan ratusan rumah bagi korban banjir bandang dari Kampung Kemiri, di mana ratusan unit rumah itu diperoleh dari bantuan pihak Yayasan Buddha Tzu Chi.

“Memang sudah diserahkan, tapi hanya sebagian yang sudah menempati rumah itu, kami masih ada beberapa orang di sini belum ke sana karena pekerjaannya belum tuntas,” kata Bastian Yoku, salah satu korban banjir bandang Sentani berasal dari Kampung Kemiri ketika ditemui media ini di Posko pengungsian SKB Sentani, Selasa, (29/12) kemarin.

Dia mengatakan, saat ini lebih 10 orang korban banjir bandang dari Kampung Kemiri masih bertahan di Posko pengungsian. Sementara sebagian besarnya sudah  tinggal di rumah bantuan yang disiapkan oleh pemerintah melalui bantuan yayasan Buddha Tzu Chi yang terletak di belakang Kantor Bupati Jayapura.

“Kami tidak tinggal di sana karena ada rumah yang sudah diserahkan itu belum selesai dibangun misalnya listriknya belum selesai dikerjakan. Kemudian pintu belakang juga belum ada, masih ada  beberapa rumah yang belum selesai. Sehingga kami memilih untuk bertahan di sini dulu,”katanya.

Dia berharap agar pemerintah Kabupaten Jayapura segera menyelesaikan pembangunan rumah bagi korban banjir bandang sehingga mereka yang bertahan di Posko pengungsian segera pindah ke rumah itu.

“Maksudnya kalau mau diselesaikan selesaikan semuanya, jangan lagi ada yang dibiarkan seperti itu, kami tidak punya biaya untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum tuntas,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayapura, Hanna Hikoyabi menjelaskan, pihaknya sudah menyelesaikan pembangunan rumah bagi korban banjir bandang Sentani itu. Hanya saja yang belum diselesaikan sampai saat ini jalan lingkungan yang ada di dalam kompleks perumahan. Dia berharap agar warga yang saat ini masih menempati Posko pengungsian agar meninggalkan Posko pengungsian dan tinggal di rumah bantuan itu.

“Pemerintah hanya bayar sampai November untuk Posko pengungsian yang yang mereka tempati,”katanya.(roy/tho)