DEKORASI ALTAR- Beberapa umat terlihat mendekorasi altar untuk persiapan perayaan Natal di Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Abepura, Senin (23/12). Yewen/Cepos

*Antisipasi Membludaknya Jemaat Saat Ibadah Malam Kudus dan Perayaan Natal

JAYAPURA-Ribuan umat atau jemaat akan menghadiri perayaan ibadah Malam Kudus atau Malam Natal yang akan berlangsung Selasa (24/12) hari ini. 

Pastor Paroki Gereja Katolik Gembala Baik Abepura, Jems Kosay, Pr, mengungkapkan bahwa umat yang hadir di dalam gereja sendiri berjumlah kurang lebih 800-900 jiwa dan ini tidak terhitung anak-anak yang akan ikut dalam perayaan ibadah misa Malam Kudus atau Malam Natal ini. Sementara itu, di tenda luar gereja sekira 450-500 jiwa.

“Kalau dijumlahkan semua sekira 1.000-an jiwa. Tetapi kadang-kadang umat membludak bisa mencapai 200-an jiwa,” ungkapnya kepada cenderawasih pos di Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Abepura, Senin (23/12).

Pastor Jems, mengatakan pada perayaan Paskah lalu, umat yang mengikuti perayaan misa bisa mencapai 4.000-5.000 jiwa dan kursi yang disediakan tidak cukup. Untuk mengantisipasi hal tersebut, terutama belajar dari misa Paskah, maka pihaknya menyiapkan kurang lebih 4.000 kursi untuk perayaan Malam Kudus dan Natal nanti.

“Perayaan Malam Natal atau Malam Kudus akan dimulai Selasa (24/12) pukul 18.00 WIT. Sementara itu, perayaan Natal, hari Rabu (25/12) pukul 07.30 WIT,” jelasnya.

Pastor Jems menyebutkan, ada dua hal yang penting dalam persiapan perayaan Natal. Yaitu pertama berhubungan dengan persiapan fisik dan kelengkapan di dalam dan di luar gereja. Sehingga bisa menjadi tuan rumah yang baik bagi umat paroki maupun umat paroki dari luar yang datang mengikuti perayaan misa Natal di Paroki Gembala Baik Abepura.

“Kita siapkan tenda, siapkan kursi, membuat kandang Natal, dan melakukan dekorasi di altar. Serta membersihkan semua yang ada di dalam dan di luar gereja kita persiapkan semuanya dalam hubungan dengan yang di luar,”ujarnya.

Tidak hanya itu, Pastor Jems, menyatakan ada persiapan di dalam, yaitu berkaitan dengan hati, batin, dan pikiran. Sekurang-kurangnya selama 4 minggu masa advent ini, sehingga umat Paroki Gembala Baik betul-betul diajak untuk bergumul dalam hidup berkeluarga, berkomunitas basis, dan hidup dalam paroki.

“Ini supaya mereka (umat) bisa menyiapkan hati, pikiran, dan batinnya, untuk menyambut dan menerima kelahiran Yesus Kristus di dalam setiap hati mereka masing-masing,”tandasnya.

Sementara itu, secara terpisah, Ketua Majelis Jemaat GKI Harapan Abepura, Pdt, Cristian Mirino, S.Th, menyampaikan bahwa persiapan dan kesiapan dalam melaksanakan ibadah perayaan malam kudus dan perayaan natal di GKI Harapan Abepura sendiri tidak seperti tahun-tahun lalu yang penuh dengan kemeriahan dan suka cita dengan simbol-simbol Natal seperti biasanya.

“Persiapan ini lebih fokus kepada persiapan diri. Di dalam rumah tangga (keluarga) itu sendiri, sehingga lebih tenang dalam menyambut perayaan ibadah Malam Kudus dan Natal. Inilah yang nampak dalam situasi kami di GKI Jemaat Harapan Abepura,” ujarnya.

Menurut Pdt. Mirino, ibadah Malam Kudus akan digelar Selasa (24/12) hari ini mulai pukul 18.00 WIT. Sementara untuk perayaan Natal akan digelar ibadah, Rabu (25/12) pukul 09.00 WIT. “Untuk jemaat yang hadir dalam perayaan ibadah Malam Kudus dan ibadah Natal kurang lebih 1.000-2.000 jiwa jemaat,” bebernya. 

Pdt. Mirino, menyatakan makna perayaan natal tahun 2019 ini sesuai dengan tema nasional yaitu bagaimana semua orang bisa hidup sebagai sahabat bagi semua orang. Artinya tidak hanya sesama orang Nasrani. Tetapi bagaimana melihat semua orang dari latar belakang agama, suku, dan ras sebagai sahabat di tengah-tengah masyarakat.

“Ini sebagai bagian dari menciptakan suasana yang damai, aman, dan harmonis di dalam jemaat maupun di dalam masyarakat tempat tinggal kita masing-masing di Kota Jayapura,” pungkasnya.

Sementara itu menjelang perayaan Natal, GKI Pengharapan Jayapura diketahui telah melakukan persiapan seminggu sebelumnya. Baik persiapan fisik gereja maupun persiapan pelayanan Firman Tuhan bagi jemaat. 

Ketua Majelis GKI Pengharapan Jayapura, Pdt. Tisbed S.J. Rarawi, M.Si.,Teol., mengatakan bahwa dengan melihat perayaan Natal di tahun sebelumnya, jemaat yang hadir saat Ibadah Malam Kudus bisa mencapai 1.000 jiwa lebih.

“Kami memiliki jemaat yang mencapai 1.562 kepala keluarga dan 5.464 jiwa. Dengan bangunan gereja yang tak mampu menampung seluruh jemaat, maka harus ditambah tenda di halaman gereja, sehingga dapat menjawab kebutuhan jemaat yang datang beribadah saat Malam Kudus,” ucap Pdt. Tisbed S.J. Rarawi, kepada Cenderawasih Pos, Senin (23/12) kemarin.

Untuk persiapan pelayanan saat Malam Kudus, Pdt. Tisbed menyebutkan bahwa Sinode GKI di Tanah Papua mengambil tema “Hiduplah Sebagai Seorang Sahabat Bagi Semua Orang” yang diambil dari Kitab Injil Yohanes 15: 14-15.

“Ini tema yang berangkat dari pergumulan saat ini, dimana mencari sahabat sejati itu tidak mudah. Bagian ini menunjukkan kita bahwa Yesus sebagai putra Natal ingin menyapa kita sebagai sahabat. Serta mengantarkan kita untuk melihat orang lain di sekitar kita sebagai sahabat yang harus dirangkul dalam kasih, tanpa membedakan-bedakan satu dengan yang lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Gereja Katolik St. Fransiskus Asisi APO juga akan menggelar misa Malam Kudus, malam ini. Diperkirakan, 1.100 jemaat akan hadir dalam misa nanti malam. Untuk itu, pihak gereja telah menyiapkan tenda di halaman gereja mengantisipasi banyaknya umat yang datang beribadah.

“Secara lahiriah, berbagai persiapan kami lakukan seperti halnya dekorasi gereja bernuansa Natal sebagai ungkapan sukacita. Namun, yang lebih dari itu ialah persiapan batiniah, yakni  untuk bisa hidup menjadi sahabat semua orang,” terang Pastor Agustinus Yerwuan, OFM.

“Perenungan selama ini diarahkan bagi umat untuk saling menyadari orang lain dengan suku, bahasa, budaya, dan agama yang berbeda sebagai sahabat,” pungkasnya. 

Agar ibadah atau misa Malam Kudus serta ibadah perayaan Natal dapat berjalan dengan aman dan lancar, ratusan personel Polresta Jayapura amankan jalanya perayaan Natal di Kota Jayapura, adapun gereja yang diamankan nantinya sebanyak 291 gereja yang tersebar di wilayah Kota Jayapura.

Kapolres Jayapura Kota, AKBP. Gustav R Urbinas melalui Kasubag Humas Polresta Jayapura Kota, Iptu Jahja Rumra mengatakan, dari 291 gereja tersebut gereja yang menjadi prioritas Polresta Jayapura Kota yakni Gereja Katedral Dok V, Gereja Pengharapan di Porasko, Gereja Kalam Kudus, GKI Pniel Kotaraja, GKI Marthen Luther Kamkey, GKI Paulus Dok V dan Gereja Eden.

“Di Gereja yang menjadi prioritas tersebut langsung ditempatkan personel dari Polresta Jayapura Kota. Sementara gereja-gereja kecil yang bisa dijangkau dengan kendaraan anggota hanya melakukan patroli,” ucap Jahja kepada Cenderawasih Pos, Senin (23/12).

Adapun jumlah anggota yang mengamankan gereja nantinya menyesuaikan jumlah jemaat yang ada di gereja tersebut, serta menyesuaikan dengan teknisi di lapangan.

“Untuk pengamanan melibatkan satuan samping seperti TNI, Satpol PP, Dinas perhubungan. Sementara dari Ormas seperti Sengkom, Orari, HMI, Rapi, Remaja Masjid, Pramuka dan lainnya,” terangnya.

Selain itu, pengamanan menjelang Natal dan Tahun Baru sasaran pengamanan pada kegiatan masyarakat. Mulai dari saat berbelanja, bepergiaan saat liburan, ibadah dan  euforia malam kunci tahun.

 Untuk mengantisipasi ini, Polresta Jayapaura Kota sudah membentuk 11 pos terdiri dari 8 pos  pengamanan  dan 3 pos pelayanan. Adapun 8 pos pengamanan berada di lumba-lumba, Mall Jayapura, SIP,  Jembatan Youtefa, Saga Abepura, Mega Waena, Pertigaan Holtekamp dan  Pertigaan Koya Barat. 

“Untuk 3 Pos Pelayanan yakni 1 Pos di Pelabuhan Jayapura, 1 Pos di pelabuhan APO dan 1 Pos pelayanan di Pasar Hamadi,” tuturnya.

Jahja memastikan wilayah hukumnya hingga saat ini kondusif. Masyarakat diminta untuk sama-sama menjaga Kamtibmas di lingkungannya masing-masing dan selalu waspada serta hati-hati saat berkendaraan. (bet/gr/fia/nat)