Jenazah salah seorang korban tenggelam saat dievakuasi di RS TNI AL, dr. Soedibjo Sardadi, Sabtu (2/1) ( FOTO: Elfira/Cepos)

*Laut Jayapura Makan Korban di Awal Tahun

JAYAPURA-Duka diawal tahun, dua anak dan satu orang dewasa tewas di perairan laut Jayapura pada Sabtu (2/1). 

Theresia Laura (6) dan Febio Koa (7) warga Distrik Heram tewas lantaran tenggelam di pantai Hamadi saat berwisata, sementara Muslim Molowali (36) warga Dok VII Distrik Jayapura Utara tewas di Perairan Pasir VI Distrik Jayapura Utara akibat mengalami kecelakaan laut.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Gustav R Urbinas yang dikonfirmasi melalui Kasubag Humas Polresta Jayapura Kota, AKP. Jahja Rumra mengatakan, kasus tenggelamnya dua orang anak dalam penanganan Polsek Jayapura Selatan dan telah memintai beberapa keterangan saksi termasuk orang tua dari korban Febi Koa.

“Kejadiannya sekira pukul 13.00 WIT,  ketika saksi yang merupakan orang tua korban saat itu pergi membeli air lantaran anaknya meminta minum dan kedua korban sedang bermain di Pantai Hamadi tepatnya di pertigaan Ring Road,” ungkap Jahja Rumra yang dikonfimasi, Minggu (3/12).

Lanjutnya, saat kembali membeli air, orang tua korban mencari kedua anaknya yang berenang di pinggir pantai. Namun tidak ditemukan, sehingga melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Jayapura Selatan.

“Beberapa warga yang berada di sekitar pantai menemukan Theresia Laura tidak jauh dari TKP dan langsung dibawa ke RS AL Hamadi, “terangnya.

Sementara itu lanjut Jahja, korban kedua Febi Koa ditemukan warga pukul 14.35 WIT. Lokasinya berjarak sekitar 70 meter dari TKP awal, tepatnya di dekat kuburan ujung Pantai Hamadi dan saat ditemukan korban sudah tak bernyawa. 

 “Jenazah kedua korban sudah dibawa oleh pihak keluarga. Korban Febi Koa disemayamkan di Perumahan Kompleks Dolog Santarosa sedangkan korban Theresia Laura disemayamkan di kampung Klesi Distrik Gresi Selatan Kabupaten Jayapura,” ucapnya.

 Menurut Jahja, pihak kedua keluarga menerima peristiwa tersebut dan menganggap kejadian itu merupakan suatu musibah. 

Ia pun menambahkan kejadian itu terjadi dikarenakan kurang pengawasan oleh orang tua saat berwisata di Pantai Hamadi lantaran saat itu kondisi air laut sangat deras dan ombak cukup tinggi.

 “Kami imbau kepada semua orang tua bila mana saat berekreasi di pantai agar mengawasi anaknya saat berenang atau bermain di pantai untuk menghindari hal-hal yang kita tidak inginkan,” tegas Jahja.

 Sementara itu, untuk kasus kecelakaan laut di Perairan Pasir VI Distrik Jayapura Utara yang menewaskan Muslim Monowali. Jahja menerangkan, dari keterangan saksi di TKP,  speedboat yang ditumpangi korban dihantam oleh ombak yang besar hingga membuat korban meninggal dunia.

 “Berawal saat korban bersama tiga rekannya Vicky Revaldo Krey (23), Gloria (12) dan Jelita (11) menggunakan speedboat dari arah Pasir VI mengarah ke Dok VII, setibanya di Pantai Pasir IV speedboat yang digunakan diterjang gelombang tinggi kemudian terbalik,” tuturnya.

Lanjutnya, saksi Vicky menyelamatkan Gloria dan Jelita ke bibir Pantai Pasir IV dan kembali berenang untuk menolong korban yang masih berada di tengah laut dengan kondisi sudah mengapung di atas air.

Saat kejadian, Vicky menghubungi Polair Polda Papua. Tim Polair Polda Papua dengan menggunakan Longboat tiba di perairan Pasir VI namun kondisi gelombang yang tinggi sehingga tim tidak bisa merapat ke TKP.

“Dengan dibantu warga sekitar saksi membuat tandu darurat untuk membawa korban dari pesisir pantai pasir IV ke jalan raya dekat Gereja Kingmi Pasir II dan dievakuasi ke rumah sakit Dok II Jayapura,” terang Jahja. (fia/nat)