Bupati Merauke   Frederikus Gebze  sata melaunching  alat  pemeriksaan Covid-19 dengan    metode TCM  ditandai dengan  pengguntingan pita di RSUD   Merauke,  Selasa (9/6)  ( FOTO: Sulo/Cepos )

MERAUKE- Setelah  disetting dan dilakukan uji coba beberapa  waktu lalu, alat pemeriksaan  Covid-19  dengan metode Test Cepat  Molekuler  (TCM)  yang ada di RSUD Merauke  dilaunching bupati  Merauke   Frederikus  Gebze, SE, M.Si  untuk  dapat  dimanfaatkan sesuai dengan  fungsinya. Direktur RSUD Merauke   dr. Yenny Mahuze mengungkapkan bahwa    alat TCM  tersebut dalam satu  harinya maksimal  dapat  melakukan pemeriksaan 16 spesimen swab.    

   “Maksimal  spesimen swab yang dapat diperiksa setiap harinya sebanyak  16  spesimen,” kata  Yenny Mahuze.   

   Yenny mengungkapkanm, bahwa  spesimen swab yang diperiksa nanti adalah  yang sudah dirapid  terlebih dahulu dan  hasilnya reaktif. Ini karena  catridge  dari alat  ini untuk sementara  masih  terbatas. 

   Bupati Merauke    Frederikus  Gebze  saat  melakukan launching  tersebut  mengungkapkan  bahwa alat ini pasti membutuhkan  ketelitian dan keakuratan, ketepatan dan kecepatan dan keamanannya. Karena itu, ia mengharapkan   agar alat  ini dapat dijaga dengan baik sehingga  pemakaiannya bisa dalam jangka panjang. 

   Bupati  juga mengharapkan dukungan  dari dewan terkait dengan pengadaan catridge untuk pemeriksaan  Covid-19  tersebut. Sebab, catridge  untuk  TB  berbeda  dengan  catridge Covid-19 tersebut meskipun alatnya   sama.  

   Bupati  Frederikus  Gebze  mengaku telah mendapatkan  apreasiasi dari berbagai pihak  karena  Merauke  dinilai  telah mampu mengendalikan Covid -19   tersebut.  Namun  begitu, lanjut  bupati,  dukungan dan apresiasi dari luar tersebut   tidak boleh membuat   terlena   namun    dijadikan   motivasi  dalam mengendalikan    penyebaran  Covid-19 di Kabupaten Merauke. 

   Atas      apresiasi  tersebut, Bupati   Frederikus Gebze   memberikan  penghargaan   kepada  tenaga medis yang ada di RSUD  Merauke   untuk bisa nginap di  swiss belhotel Merauke serta memberikan uang Rp 10 juta  untuk makan  siang kepada  seluruh  tenaga medis RSUD Merauke sebagai garda terdepan dalam penanganan  Covid-19 di Kabupaten Merauke. 

   Plt. Kepala Dinas Kesehatan  Kabupaten Merauke   dr  Nevile  R. Muskita menjelaskan  bahwa jika selama  ini hasil swab dari pasien  Covid-19 maupun pasien PDP   harus dikirim ke  Jayapura maupun Jakarta,  maka dengan launching   tersebut,  spesimen swab   tidak lagi  dikirim   keluar Merauke,  namun  langsung   diperiksa  lewat alat tersebut.  

   Namun diakui  Nevile R. Muskita, alat   ini  catridgenya masih   terbatas. ‘’Kalau diprinter  ada   catridgenya, maka  dialat ini    juga   ada catridgenya,”  jelasnya. (ulo/tri)