JAYAPURA-Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura berhasil menangkap lima pelaku kasus kepemilikan narkotika jenis sabu dan ganja di wilayah Kota Jayapura. Dimana penangkapan tersebut dalam waktu sehari dengan lokasi berbeda.

Adapun kelima pelaku yakni AH alias Hapid (45), MM alias Narki (27), FA (25), SA (34) kasus narkoba jenis sabu dan AM (26) kasus narkoba jenis ganja. 

Kapolresta Jayapura Kota, AKBP. Gustav R. Urbinas yang dikonfirmasi melalui Kasat Resnarkoba, Iptu Julkifli Sinaga menyampaikan, lima pelaku tersebut diamankan dalam kurun waktu sehari, Jumat (31/7).

“Kelima pelaku ditangkap di lima lokasi berbeda dengan barang bukti masing-masing,” ucap Julkifli Sinaga yang dikonfirmasi, Minggu (2/8).

Lanjutnya,  dari tangan pelaku AH didapati narkotika jenis sabu sebanyak 57,23 gram. Pelaku  MM didapati sabu sebanyak 5 paket plastik bening ukuran kecil, FA didapati satu paket ukuran kecil dan SA juga didapati satu paket ukuran kecil. Sedangkan pelaku AM didapati satu paket ukuran sedang berisikan narkotika jenis ganja. 

Dikatakan, penangkapan pelaku berdasarkan informasi di lapangan. Sehingga tim melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap kelima pelaku tersebut dengan kasus berbeda. 

“Pelaku AM ditangkap di seputaran Hamadi, SA di Tansangka, FA di Abepura, MM juga ditangkap di Hamadi dan AH di seputaran Abe Pantai,” terangnya.

Dijelaskan, penangkapan AH dengan barang bukti sabu sebanyak 57,23 gram merupakan hasil pengembangan  dari pelaku MM yang ditangkap di seputaran Hamadi. Sedangkan yang lainnya hasil penyelidikan di lapangan. 

Dirinya menduga pelaku AH merupakan pengedar lantaran ditemukan barang bukti sabu yang cukup banyak. Kelima pelaku beserta barang bukti tersebut sudah diamankan di Mapolresta Jayapura Kota guna pemeriksaan lebih lanjut dan telah ditetapkan tersangka oleh penyidik Sat Resnakoba.

“Atas perbuatannya AM dijerat Pasal 111 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 12 Tahun penjara dan tersangka MM, FA, SA dijerat pasal 112 ayat (1) dengan ancaman hukuman  12 tahun penjara sedangkan tersangka AH dijerat Pasal 112 ayat (2) dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” pungkasnya. (fia/nat)