Apriana Kalakmabin, yang merupakan salah satu pekerja di Bank Sampah Kenambai Umbai terlihat sedang memilah penutup botol air mineral di Bank Sampah Kenambai Umbai di Komba Kampung Yobeh, Distrik Sentani Kabupaten Jayapura, Sabtu (20/7). ( FOTO : Yewen/Cepos)

Melihat Aktivitas Tabung Sampah di Bank Sampah Kenambai Umbai

Jika dulu masyarakat membuang sampah plastik secara sembarangan, maka sekarang sudah ada bank sampah yang siap menampung sampah plastik yang dihasilkan oleh masyarakat di Jayapura dan sekitarnya. Seperti apa aktivitas tabung sampah plastik di Bank Sampah Kenambai Umbai?

Laporan: Roberth Yewen-Sentani

Apriana Kalakmabin, yang merupakan salah seorang pekerja terlihat begitu serius memilah penutup botol minuman mineral untuk dipisahkan antara penutup dan botolnya di Bank Sampah Kenambai Umbai. Begitulah aktivitas pemilahan sampah yang dilakukan setiap hari Senin-Sabtu di Bank Sampah Kenambai Umbai yang berada tak jauh dari pusat ibu kota Kabupaten Jayapura ini.

Keberadaan Bank Sampah Kenambai Umbai sendiri di Komba, belakang Bandar Udara Sentani Distrik Sentani Kabupaten Jayapura. Berada tak jauh dari pusat kota Kabupaten Jayapura membuat Bank Sampah Kenambai Umbai mudah diakses oleh masyarakat untuk menabung sampah plastik yang dihasilkan setiap harinya. 

Kehadiran bank sampah ini membuat kesadaran masyarakat untuk menabung sampah terus mengalami peningkatan dari hari ke hari. Hal ini tidak terlepas dari sampah yang diterima setiap hari dari Bank Sampah Kenambai Umbai yang ditabung oleh berbagai kalangan masyarakat di wilayah Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura dan sekitarnya.

Masyarakat yang datang menabung sampah di Bank Sampah Kenambai Umbai tidak hanya berasal dari kalangan bawah, tapi juga berasal dari kalangan menengah, bahkan kalangan atas. Selain itu, pihak swasta, pemerintah dan Warga Negara Asing (WNA) juga terlihat rutin menabung sampah di Bank Sampah yang tak jauh dari jalan raya ini.

“Dalam sehari yang datang menabung sampah dari berbagai kalangan masyarakat termasuk juga dari WNA yang rutin menabung di bank sampah, sehingga sehari bisa kita terima tabungan sampah sebesar 1 ton sampah plastik,” ungkap Direktur Bank Sampah Kenambai Umbai, Wawa Farrah kepada Cenderawasih Pos di Bank Sampah Kenambai Umbai Distrik Sentani Kabupaten Jayapura. 

Di Bank Sampah Kenambai Umbai sendiri telah menyiapkan buku tabungan, baik tabungan berupa nominal uang maupun buku tabungan emas yang merupakan kerja sama dengan Pegadaian Jayapura, sehingga masyarakat yang datang menabung langsung diberikan buku tabungan sesuai keinginannya, mau menabung sampah di tabungan emas atau tabungan dengan nominal uang (tabungan biasa).

Menurut Wawa, setiap tabungan sampah yang dihasilkan akan dinominalkan dengan jumlah perkilo yang dihasilkan, baik tabungan nominal uang maupun tabungan emas per gram. Oleh karena itu, semakin banyak sampah plastik yang ditabung, maka semakin meningkat tabungan yang dihasilkan oleh masyarakat dalam menabung sampah di bank sampah.

Kurang lebih ada 22 jenis sampah yang bisa ditabung di Bank Sampah Kenambai Umbai, yaitu sampah botol per bening, botol pet warna, botol pet campur, gelas bening, gelas ale-ale, gelas sablon, daunan, botol oli, djerigen, campuran/loyang/kursi, aluminium, besi, kaleng, mesin cuci/antero, kardus, kertas koran, kertas HVS, kertas duplex, drum bersih, karung, tutup galon bersih, dan tutup galon campur.

“Harga per kilo barang atau sampah yang di tabung ini akan dihitung sesuai tarif yang ditentukan, seperti misalnya botol pet bening harganya 1500,- perkilo gram, alumunium harganya 7000,-perkilo gram dan lainnya ditimbang sesuai harga yang sudah ditetapkan,” jelasnya.

Wawa menyampaikan, pihaknya baru membuka satu unit bank sampah, yaitu di samping lapangan Barnabas Youwe dan kedepan ada keinginan untuk membuka bank sampah untuk di beberapa tempat, sehingga masyarakat tidak lagi harus menabung sampah di Bank Sampah Kenambai Umbai sebagai bank sampah induk, tapi bisa langsung menabung di unit-unit bank sampah yang telah dibuka. 

“Baru satu bank sampah unit yang kami buka atau dirikan di samping lapangan Barnabas Youwe Sentani. Kami ingin membuka lagi beberapa unit bank sampah, baik di Kabupaten Jayapura maupun di Kota Jayapura,” ucap ibu tiga anak ini.

Wawa mengakui, sampai saat ini belum ada perhatian pemerintah secara singnifikan dalam pengelolaan bank sampah. Oleh karena itu, pihaknya berharap adanya dukungan dari pemerintah, sehingga ke depan bisa ada unit-unit bank sampah yang dibuka di wilayah Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura maupun sekitarnya. (*)