Kondisi perkembangan pembangunan  jembatan Kali Yahuli di jalan Trans Jayapura Wamena, belum lama ini.( FOTO : Balai Jalan/Cepos)

JAYAPURA-Kepala Balai Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR Wilayah XVIII Papua, Osman Hariyanto Marbun melalui Kepala Satun Kerja Balai Besar Pembangunan Nasional (BBPJN) Jayapura, Saut Munthe mengakui bahwa proses pembangunan jembatan sementara Kali Yahuli yang berada di ruas jalan Jayapura-Wamena sudah mencapai 80%.

  “Sampai hari ini, proses perbaikan di jembatan sementara Kali Yahuli sudah   hampir selesai yakni sudah 80%,” ujar Saut di Jayapura, Jumat (10/5).

   Dirinya berharap sisa 20% tersebut bisa diselesaikan sebelum lebaran yakni Juni Mendatang, sehingga masyarakat bisa mengunakan akses di ruas jalan Jayapura-Wamena tersebut.

“Kami memang berupaya sebelum lebaran perbaikan jembtan sementara tersebut bisa selesai, namun juga tergantung kondisi atau cuaca,”paparnya.

   Diakuinya selama ini proses pekerjaan terhambat lantaran cuaca, dimana jka terjadi hujan pasti pekerjaan akan sedikit terhambat.“Sampai saat ini ruas jalan Jayapura-Wamena belum bisa dilewati akibat Jembatan Yahuli putus sejak 3 Februari lalu,”ujarnya.

  Jembatan Kali Yahuli yang berada di ruas jalan Jayapura-Wamena, tepatnya di kilometer 383, roboh diakibatkan banjir  pada Februari 2019 lalu. Jalan Trans Jayapura Wamena tersebut merupakan salah satu akses aktivitas masyarakat bagi kurang lebih 8 Kabupaten di wilayah Pegunungan. Dimana saat jembatan Kali Yahuli tersebut putus akibat banjir, sampai saat ini masyarakat belum bisa melintas.

  “Apalagi jelang lebaran tentu masyarakat sangat berharap untuk bisa melintas, namun dengan kondisi seperti ini diharapkan tetap bersabar,” tuturnya.

    Ditambahkan, selain melakukan perbaikan di Jembatan tersebut juga dilakuakan perbaikan sekaligus pemeliharaan di sepanjang ruas jalan Jayapura-Wamena. “Kalau ruas jalan Satker Jayapura kondisi jalan masih bisa dilalui, karena itu bagian saya, namun di wilayah Satker Wamena kami tidak tahu kondisinya seperti apa dan itu bagian dari Satker Wamena,”tutupnya. (kim/tri)