Kenangan Terakhir Keluarga Bersama Briptu Selvanus Mario Sanoi 

Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP. Cahyo Sukarnito saat menenangkan keluarga dan pacar almarhum Briptu Selvanus Mario Sanoi di Rumah Sakit Bhayangkara, Sabtu (29/5). ( FOTO: Elfira/Cepos)

Isak tangis keluarga pecah, ketika peti jenazah digotong diiringi nyanyian syahdu dari kerabat. Sejumlah kerabat bersaksi atas kebaikan almarhum semasa hidup. Bagaimana sosok almarhum Briptu Selvanus Mario Sanoi di mata keluarga ? 

Laporan: Elfira, Jayapura

JENAZAH almarhum Briptu Selvanus Mario Sanoi yang gugur saat markas Kepolisian Subsektor Oksamol di Distrik Oksamol, Kabupaten Pegunungan Bintang yang dipimpinnya diserang sekelompok orang, tiba di RS Bhayangkari, Kotaraja, Distrik Abepura, Sabtu (29/5) siang.

Saat peti jenazah diturunkan dari atas mobil ambulance untuk dibawa ke ruang jenazah, tangis keluarga langsung pecah. 

Di sudut-sudut ruang jenazah, keluarga dan kekasih almarhum saling berpelukan dalam tangisan yang saling menguatkan. Histeris dan tak percaya keluarga mereka kembali dari dinas dalam keadaan tak bernyawa.

Tangisan semakin pecah ketika kekasih almarhum bernama Jesika menyampaikan kepada Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP. Cahyo Sukarnito bahwa tiga bulan lagi dirinya dan almarhum akan menikah dinas.

“Bapak, tiga bulan lagi kami menikah dinas” ucapan Jesika kepada Kapolres Cahyo Sukarnito sembari menangis.

Briptu Mario Sanoi menjabat Kepala Kepolisian Subsektor Oksamol gugur saat terjadi penyerangan Polsubsektor Oksamol di Distrik Oksamol, Kabupaten Pegunungan Bintang, Jumat sekira pukul 01:30 WIT.

Usai dilakukan visum di Rumah Sakit Bhayangkara, peti jenazah berbalut bendera merah putih lamgsung dibawa ke rumah duka yang berlokasi di Argapura Canon, RT 03 RW 01, Kelurahan Argapura, Distrik Jayapura Selatan.

Peti jenazah digotong oleh kerabat dan sahabat almarhum semasa hidup. Nyanyian penghiburan mengiringi setiap langkah kaki yang memikul peti jenazah pria yang lahir di Jayapura pada 26 Maret 1992 lalu.

Suara tangisan memecah ruang sunyi di rumah duka. Kekasih korban terlihat terus memeluk bingkai foto almarhum. Ketika peti jenazah berwarna putih dibuka, sang kekasih perlahan mendekat dan tangannya memegang wajah Briptu Selvanus Mario Sanoi untuk terakhir kalinya.

Semasa hidup, hubungan almarhum dengan keluarganya begitu harmonis. Anak kedua dari lima bersaudara itu dikenal sebagai sosok yang periang dan mudah bergaul dengan semua kalangan dan usia.

Kakak almarhum, Maria Desi Sanoi menyebutkan, almarhum merupakan sosok yang tak suka membuat orang lain khawatir dengan kondisinya. Ia selalu berusaha membuat orang-orang di sekitarnya tenang dan tidak merasa cemas dengan dirinya. 

Maria sendiri terakhir berkomunikasi via telepon dengan adik laki-lakinya itu pada Rabu (26/5) sekira pukul 21 : 00 WIT.

“Saat itu telepon cuman sekedar tanya keadaan dan dia (almarhum-red) bilang tidak apa apa. Dia aman-aman saja di tempat tugas,” ucap Maria sembari menahan tangisannya.

Maria beberapa kali mengkhawatirkan adik lelakinya itu. Apalagi ia kerap mendengar informasi ada kejadian di Pegunungan Bintang tentang penyerangan terhadap anggota. Namun, adik lelakinya itu selalu berusaha menenangkan keluarga untuk tidak perlu cemas.

 “Dalam percakapan kami via telepon, almarhum juga menyampaikan keinginannya untuk makan ikan. Saya lantas menjawab kalau begitu cek pesawat sudah. Dalam percakapan itu dia (almarhum-red) sempat terdiam lama,” tutur Maria mengingat suara adik lelakinya melalui telepon genggam.

Menurut Maria, adik lelakinya itu terakhir ke Jayapura pada Desember 2020 lalu untuk merayakan Natal bersama keluarganya. Ia tak menyangka, itu merupakan natal terakhir bagi keluarga dan almarhum.

Kebaikan Briptu Selvanus Mario Sanoi juga disampaikan oleh Boby Puraro Ketua RW 01 Kelurahan Argapura yang juga kakak sepupu almarhum. 

Di mata keluarga, almarhum sosok yang baik. Di lingkungan tempat dia tinggal orang-orang mengenalnya karena kebaikan dan mudah berbaurnya.

“Dia anaknya bermartabat dan berwibawa, mudah bergaul dengan siapa saja mulai dari anak kecil hingga orang tua. Dia juga selalu ada di tengah tengah masyaakat,” ucap Boby.

Almarhum ibarat seorang figur pemuda dalam lingkungan tempat tinggalnya, menjadi teladan bagi pemuda-pemudi yang ada di lingkungan RW 01 Kelurahan Argapura. Generasi muda di lingkungannya menjadikan almarhum sebagai panutan atas apa yang dicapainya selama ini. 

“Meski anak saya itu bertugas di Pegunungan Bintang, ketika dia kembali maka dia tetap sebagai masyarakat biasa, sebagai anak muda dan sebagai tokoh pemuda dalam lingkungan. Beliau juga salah satu anggota di Komunitas bernama Arkansas  yang bergerak di bidang apa saja. Khususnya cenderung kepada kenyamanan, ketertiban dan keindahan lingkungan,” jelasnya.

Boby mengaku terakhir kali bertemu dengan almarhum pada Maret 2021. Dalam pertemuan tersebut, dirinya sempat bercanda menanyakan rencana menikah almarhum. 

“Candaan saya saat itu, kapan kaka dorang masuk minta dan dia menjawab nanti saya balik dulu. Rupanya candaan itu merupakan awal dan perpisahan kami berdua,” ucap Boby dengan suara lirih.

Menurut Boby, adiknya itu masuk Polisi sejak tahun 2013. Sejak tahun 2013 ia sudah ditempatkan di Polres Pegunungan Bintang dan dikenal sebagai sosok periang dan tidak memilih milih teman. Anak yang santun dan cukup berwibawa serta tau dalam melibatkan diri. “Tahun ini sebenarnya almarhum sudah naik ke Brigadir,” kata Boby.

Sebelumnya, Ka Subsektor Oksamal Briptu Mario Sanoy gugur saat terjadi penyerangan Polsubsektor Oksamol di Distrik Oksamol, Kabupaten Pegunungan Bintang, Jumat sekira pukul 01:30 WIT. Para pelaku penyerangan diduga dari Kelompok Seperatis Teroris (KST).

Pada saat kejadian, Briptu Mario seorang diri di Pos. Almarhum ditemukan meninggal dunia dalam posisi tergeletak dengan beberapa darah di tubuhnya. **