Bram Krey  ( foto: Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Di tengah pandemi Covid-19, Bank Papua akui penyerapan KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang ditargetkan pemerintah bagi Bank Papua, sampai Juli hanya terserap 29,62 persen.

 Kepala Devisi Bisnis UMK dan Consumer Bank Papua Bram Krey  SE, MM mengatakan, jika dilihat dengan penyerapan KUR di tahun 2019 lalu yakni dari target Rp 75 miliar tahun lalu pada posisi yang sama bisa terserap 100 persen, sedangkan di tahun 2020  ini kuota yang diberikan bagi pihaknya sebanyak Rp 110 miliar.

“Hanya saja dengan kuota Rp 110 miliar ini, sampai akhir Juli 2020, kami baru mencapai 29,62 persen, belum bisa mencapai 50 persen. Hal ini dikarenakan kondisi saat ini yaitu pandemi Covid-19, yang membuat penyerapan KUR tidak maksimal,”ungkap Bram kepada Cenderawasih Pos, Kamis (6/8) kemarin.

 Diakuinya, selama pandemi Covid-19, pihaknya kesulitan menyalurkan kredit bukan hanya KUR saja tetapi untuk pembiayaan lainnya pun tidak bisa dilakukan, meski harus dilakukan itupun juga melewati beberapa pertimbangan.

“Bahkan yang sudah kami berikan KUR juga kami lakukan restrukturisasi kembali. Tahap pertama kami berikan bagi 70 debitur, tahap kedua juga kami berikan kepada 70 orang, bahkan kami masih melihat lagi sejauh mana dampak ini dialami oleh para debitur kami,” terangnya.

 Pihaknya berharap ke depan kondisi bisa segera membaik, agar KUR dapat diserap dengan baik. “Untuk saat ini kami belum melihat antusias dari para debitur untuk memanfaatkan program KUR yang kami sediakan seperti halnya di tahun 2019 lalu. Buktinya sampai dengan saat ini kami baru bisa menyalurkan sekitar Rp 32,5 miliar dari total kuota KUR di tahun 2020 sebanyak Rp 110 miliar,” tandasnya.(ana/ary)