Ust Islami Al Payage. 

Silaturhami ke Rumah-rumah Belum Boleh Diselenggarakan 

JAYAPURA-Kondisi pandemi Covid-19 yang belum banyak mengalami perubahan hingga kini diberi catatan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua, Ust Islami Al Payage. 

Dikatakan, umat Islam beberapa hari ke depan akan merayakan Idul Fitri dan salat Ied. Hanya saja dengan kondisi yang tak memungkinkan maka kegiatan rutin yang biasa dilakukan setiap akhir Ramadhan kemungkinan tak bisa dilakukan. Baik isu bersilaturahmi dari rumah ke rumah maupun salat ied berjamaah. 

 Ia menyebut bahwa dalam syariat Islam dikenal dengan tujuan syariat Islam yang secara garis besar ada lima diantaranya menjaga jiwa. Keberlangsungan manusia di muka bumi menurutnya patut dijaga dipelihara dan diperhitungkan. Untuk itu, dalam kondisi pandemi Covid-19 ini yang utama adalah menyelamatkan jiwa. 

Silaturahmi kata Payage memang sangat dianjurkan namun dengan kondisi yang masih membahayakan dan mengancam jiwa maka hal ini dianjurkan untuk tidak dilakukan. “MUI Papua mengimbau umat Islam yang sebentar lagi merayakan hari Raya Idul Fitri untuk tidak melakukan aktivitas atau kunjungan silaturahmi yang bisa menyebabkan tertularnya virus Corona. Dalam artian jika situasi tidak mendukung maka jangan dipaksakan. Sebab tak ada yang mengetahui bagaimana virus ini datang,” kata Ust Payage melalui ponselnya, Senin (18/5). 

Silaturahmi tahun ini sulit diprediksi jika tetap menerima tamu apakah akan aman – aman saja atau sebaliknya. Karenanya dirinya mengharapkan umat Islam bisa menahan diri, berkumpul di rumah masing – masing merayakan Idul Fitri dengan sederhana bersama keluarga. Silaturahmi juga tak harus bertemu langsung tetapi masih ada cara lain menggunakan video call karena ini bisa disebut bagian dari silaturahmi. 

Selain itu Ust Payage juga masih belum bisa mendapatkan lokasi khususnya di Jayapura yang steril atau zona hijau.  “Sepertinya masih sulit mencari daerah zona hijau apalagi penyebaran manusia sulit dideteksi. Jika ada mungkin bagi yang negatif masih bisa berkumpul dan melakukan salat dilokasi tersebut tapi kenyataannya kami tidak tahu mana daerah yang sterill  sehingga salat idul fitri bisa dilakukan di rumah masing – masing sebab ini hukumnya sunnah muakad yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Drs. H. Syamsudin, MM., mengakui, sampai saat ini memang belum ada instruksi atau pernyataan baru, baik dari Gubernur Papua maupun Wali Kota Jayapura terkait kondisi saat ini. 

“Untuk itu, kita tetap mengacu kepada pernyataan sebelumnya untuk pelaksanaan salat Idul Fitri tidak boleh dilakukan di masjid dan tempat terbuka, untuk menghindari penyebaran Covid-19,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, kemarin.

Selain itu, menurut Syamsudin untuk Kota Jayapura juga sudah dilakukan pembatasan operasional dan aktivitas warga hingga pukul 14.00 WIT. “Jika belum ada instruksi untuk bisa melaksanakan salat Idul Fitri di masjid atau lapangan terbuka dari pemerintah daerah, sebaiknya kita masih mengacu pada intruksi sebelumnya dan ikuti Fatwa MUI, untuk tidak melaksanakan salat Idul Fitri. Karena wabah Corona masih tinggi,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., saat ini kasus pasien positif Covid-19 Kota Jayapura masih terus bertambah. Meskipun tingkat kesembuhan pasien ada, namun diakuinya sedikit. Selain itu jumlah ODP (orang dalam pemantauan) dan PDP (pasien dalam pengawasan) juga terus bertambah.

Untuk itu, menurut Rustan saru yang juga Wakil Wali Kota Jayapura, pelaksanaan salat idul Fitri dan acara silahturahmi berkunjung ke rumah keluarga maupun sanak saudara tidak dilakukan. Termasuk untuk agenda open house di rumah Wakil Wali Kota Jayapura juga ditiadakan dulu untuk menghindari penyebaran Covid-19 Kota Jayapura.  “Mari kita lawan Corona dengan hanya berdiam diri di rumah, supaya virus Corona bisa berakhir,” tutupnya.(ade/dil/nat)