Diskusi ringan yang dilakukan Komisi V DPR Papua bersama Direktur Rumah Sakit Jiwa Jayapura, dr Anton Mote di halaman RSJ, Selasa (19/5) kemarin. (Gamel Cepos)

JAYAPURA – Ditunjuk sebagai salah satu rumah sakit rujukan pasien covid 19, Rumah Sakit Jiwa Jayapura terlihat mulai mempersiapkan diri untuk menerima pasien yang dinyatakan positif covid. Prosedur dan protokoler covid mulai disiapkan namun karena status rumah sakit adalah rumah sakit yang khusus merawat pasien yang mengalami gangguan jiwa sehingga diharapkan pasien yang menggunakan ruangan khusus ini adalah mereka yang mengalami gangguan jiwa. 

 “Sesuai dengan pelayanan di RSJ prinsipnya kami tetap melayani pasien covid dengan ganguan jiwa. Hanya situasi di beberapa rumah sakit dimana pasien covid membludak dan meminta kami memberikan pelayanan covid,” kata Direktur RSJ, dr Anton Mote disela-sela kunjungan Komisi V DPR Papua, Selasa (19/5). Dari kondisi ini pihaknya kini tengah menyiapkan bangunan dan ruangan dan minimal mendekati standart termasuk SDM nya. 

 Di RSJ juga mulai ketat melakukan screening dan jika ada ditemukan maka kami minta lakukan karantina mandiri lebih dulu. Kata Mote saat ini ada 1 pasien gangguan jiwa dengan dugaan covid dan telah dilakukan tes swab. “Semoga beberapa hari ke depan sudah ada hasil swabnya dan jika positif maka akan langsung kami masukkan ke ruangan khusus (isolasi) tadi,” katanya. Dokter Mote menambahkan bahwa ruangan isolasi tersebut disiapkan lima kamar. Untuk jumlah pasien yang dirawat di RSJ sendiri berkisar 60 orang dan dikatakan sebagian besar mulai mengarah pada kondisi normal. 

 “80  persen dari daerah  dan saat ini banyak yang mulai membaik. Namun karena situasi penutupan akses transportasi sehingga semua masih ditampung. Banyak pasien yang sudah stabil namun belum bisa dipulangkan,” imbuhnya. Sementara Ketua Komisi V DPRP, Timiles Yikwa menyampaikan bahwa ada beberapa persoalan yang ditemui salah satunya adalah penyiapan ruangan isolasi covid. Politisi Partai Amanat Nasional ini meminta Pemprov atau tim Gugus Covid bisa melihat dan membantu persiapan yang dilakukan. 

 Dari sisi anggaran kata Timiles perlu segera dibantu termasuk yang berkaitan dengan fasilitas. Timiles berpendapat bahwa karena RSJ merupakan rumah sakit khusus maka sebaiknya pasien yang dirawat adalah pasien gangguan jiwa yang terjangkit covid. “Kami berfikir karena ini rumah sakit khusus maka sebaiknya yang dirawat juga yang berstatus khusus. Maksudnya adalah pasien gangguan jiwa namun dinyatakan positif covid 19,” sambungnya. Lalu hal lain yang menurut Komisi V perlu disiapkan adalah satu  ruangan khusus untuk perawat atau dokter. Ruangan ini digunakan untuk  tinggal dan makan minum dan berkoordinasi selama melakukan pelayanan. “Dinas kesehatan juga perlu melihat jauh ke bawah, terkait kendala apa yang ada disetiap rumah sakit,” tegas Timiles. (ade/wen)