JAYAPURA- Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Kompol dr. Andi Mappaodang mengatakan di tengah lonjakan penyebaran angka Covid-19, pihaknya menambah 15 tempat tidur.

“Sebelumnya ruang tempat tidur kami sebanyak 25 bed. Dengan terjadi lonjakan maka kami menambahnya sebanyak 15 bed. Sehingga total tempat tidur yang kami sediakan sebanyak 40 bed,” ucap dr. Andi kepada Cenderawasih Pos, Jumat (16/7)

Lanjutnya, dengan jumlah 40 unit tempat tidur tersebut, 95 persen diantaranya sudah terisi dengan pasien.

Sementara terkait Nakes yang ditugaskan di RS Bhayangkara sebanyak 131 orang. Dari jumlah tersebut 14 di antaranya terpapar Covid-19 yang terdiri dari 3 dokter spesialis serta 11 orang perawat dan lainnya.

“Terlepas dari 14 Nakes yang terpapar, Nakes lainnya ada juga yang sudah sembuh dari Covid-19. Para Nakes bekerja secara bergantian dalam melayani pasien di Rumah Sakit,” terangnya.

Untuk tabung oksigen sendiri hingga saat ini masih terpenuhi, dalam artian belum ada masalah. Sebab pihak RS Bhayangkara sudah berkoordinasi dengan para penyuplai.

“Sejauh ini belum ada pasien yang kami rawat di luar ruangan. Untuk pasien ringan gejala kami arahkan untuk isolasi mandiri. Pasien yang dirawat di rumah sakit, yaitu yang sakitnya berat, butuh oksigen dan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu pantauan Cenderawasih Pos di Rumah Sakit Marthen Indey aktivitas pelayanan berjalan seperti biasa. Terlihat pengantar tabung oksigen O2 sedang mengambil tabung yang kosong dan akan diisi ulang di Keerom.

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria menyampaikan informasi yang menyampaikan bahwa Lab PCR RS Marthen Indey (RS MI) tutup adalah tidak benar atau hoaks. Saat ini Lab PCR RS MI masih dapat melayani.

“Sampai saat ini Petugas Kesehatan RS MI masih dalam kondisi sehat walaupun ada beberapa orang yang terpapar Covid-19,” terang Reza saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (16/7).

Adapun daya tampung RS MI untuk pasien Covid-19 berjumlah 42 tempat tidur dan saat ini sudah ditambahkan menjadi 64 tempat tidur. Keterisian pasien fluktuatif setiap harinya dan pasien yang dirawat diutamakan yang memiliki gejala sedang dan berat serta diutamakan juga bagi anggota militer dan keluarga TNI.

“Upaya yang dilakukan manajemen RS Marthen Indey dalam menghadapi lonjakan pasien Covid-19 adalah senantiasa menganjurkan untuk mematuhi dan mempedomani Protokol Kesehatan Covid-19, membatasi jam besuk pasien dan melaksanakan tracing bagi anggota dan keluarga Militer dan PNS Kodam XVII Cenderawasih yang terpapar Covid-19 serta melaksanakan screening swab antigen bagi Pasien yang akan dirawat di RS MI,” paparnya.

Reza memohon doa dari semua pihak agar semua personel tenaga kesehatan di Provinsi Papua serta masyarakat Papua selalu diberikan kesehatan dan dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. (ana/fia/nat)