Pasangan Drs Romanus  Mabara, MT,-Riduwan, S.Sos, M.Pd  saat deklarasi  di GOR Hiad  Sai Merauke, kemarin   ( FOTO: Sulo/Cepos) 

MERAUKE- Sekitar  5.000-an  warga dari  berbagai kalangan  menghadiri  deklarasi pasangan bakal Calon Bupati  Merauke periode 2021-2026 Drs Romanus Mbaraka, MT-Riduwan,  S.Sos, M.Pd, di GOR  Hiad Say Merauke,    Rabu  (4/3). 

  Deklarasi  ditandai dengan  penekanan tombol dan  pelepasan balon ke udara  oleh  pasangan bakal  calon  bupati  Merauke  tersebut.  Sebelum   deklarasi, pasangan bakal calon  ini diantar   oleh club motor  Vespa  yang ada di Merauke.  Kemudian dilanjutkan  dengan pembacaan surat keputusan  dari   DPP  PKB   yang memberi  dukungan  kepada pasangan  ini  untuk maju  sebagai bakal calon bupati dan  bakal calon wakil bupati Merauke  untuk  Pilkada serentak  2020  sekaligus menugaskan  untuk segera  melakukan  deklarasi  tersebut. 

  Dalam operasi   politiknya, Romanus Mbaraka  menegaskan bahwa   untuk maju   pada Pilkada   tersebut  dirinya  fokus  untuk 2020-2025  dengan slogan   Merauke Bangkit 2020.   Bangkit  dari keterpurukan ekonomi yang  terjadi  dalam  kurun waktu  4 tahun terakhir  ini. “Saya ambil   slogan  Merauke bangkit 2020. Kenapa saudara-saudara daeng saya banyak, jawa dan Papua juga banyak. Pernah mama-mama pasar  tinggalkan jualannya, sekitar 80   orang  datang  cari saya di kebun.  Kemudian saya tanya jualan bagaimana  dan sampaikan  bahwa Bapak Rom (Romanus) jualan  dari pagi sampai malam. Tidak ada yang beli. Jualan pakaian  tapi tidak bisa kembalikan   pinjaman   lagi walau   kita sudah jual  murah,’’ katanya.  

   Menurut Romanus, saat ini ekonomi   sudah lesu   total.   Uang tidak ada. itu  kata Romanus, karena putaran  uang di masyarakat tidak ada lagi sejak   program Gerbangku hilang. Karena    itu, Romanus  Mbaraka menawarkan program  jika terpilih nanti, setiap  kepala keluarga  akan mendapatkan  uang segar  sebesar Rp 15 juta  sebagai modal  untuk menggerakan  ekonomi yang ada di masyarakat. 

  Karena   selama ini, uang yang  ada   hampir semua   kembali ke  Pulau Jawa. Karena uang yang diturunkan ke  kampung sebagian  besar   digunakan  untuk  program  fisik  yang  tentunya  untuk membeli  bahan   hampir semuanya dari  luar Papua. Romanus  juga menegaskan bahwa dulu  dirinya buka  pasar beras dengan meminta  Gubernur Lukas Enembe dan Abraham Ataruri, sehingga begitu panen, semua    beras terjual dan   petani bisa beli motor baru.  

  Namun  pasar yang  dirinya buka  tersebut, kata Romanus Mbaraka,    tidak dilanjutkan dan krannya ditutup sehingga yang  terjadi  petani kesulitan pasar.  ‘’Untuk petani tidak hambur  beras dan gabah di jalan,’’ jelasnya.  ‘’Maka saya ajak bapak ibu semua, saya bersama dengan Haji Riduwan, hari ini kita bangkit untuk  Merauke,’’ terangnya. Romanus   Mbaraka juga menjelaskan bahwa banyak  yang ingin menjatuhkan  dirinya  dengan menjelekan-jelekan dirinya.    ‘’Tapi anda percaya  dengan iman anda  tentang Romanus Riduwan. Semoga tuntun  lewat doa dan pengharapan,’’   tandasnya.(ulo/tri)