Bupati Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd ketika melihat dari dekat pekerjaan revitasi Pasar Ikan Fandoy yang didesain semi modern, Sabtu (23/5). (FOTO:Fiktor/Cepos)

BIAK-Revitalisasi terhadap Pasar Ikan Fandoy, Pasar Ikan Bosnik dan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Fandoy ditargetkan cepat tuntas. Pembangunan proyek yang menghabiskan anggaran kurang lebih  sebesar Rp. Rp. 27 miliar itu direncanakan sudah diresmikan   Desember 2020 dan langsung digunakan oleh masyarakat. 

  Dari jumlah anggaran sebesar itu, dialokasikan untuk pembangunan Pasar Ikan Bosnik, Pasar Ikan Fandoy dan PPI Fandoy. PPI Fandoy ini dibangun dalam rangka mendukung Pasar Ikan Fandoy yang merupakan pasar ikan terbesar di Kabupaten Biak Numfor. 

   Anggaran digunakan untuk pembangunan pasar ikan yang didesain semi modern itu merupakan dana bantuan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) lewat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Progres revitalisasi pembangunan Pasar Ikan Fandoy sudah hampir mendekati 50 persen. 

   “Pasar Ikan ini didesain semi moderen, dengan tempat jualan yang cukup representatif ini masyarakat dapat memiliki tempat jualan yang nyaman. Ini juga diperuntukkan sebagian besar untuk mama-mama Papua, khususnya lagi yang memang sudah jualan di Pasar Ikan Bosnik dan Fandoy selama ini,” ujar Bupati Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd ketika memantau langsung pembangunan Pasar Ikan Fandoy, kemarin.

  Program pembangunan dermaga perikanan bagi nelayan dan revitalisasi pasar ikan tersebut juga merupakan bagian dari program kawasan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) dari Kementerian dan Kelautan Perikanan (KKP).  

   Selain itu, PPI bagi nelayan itu juga diharapkan dapat mendukung tempat penampungan pembekuan ikan terintegrasi (cold storage) yang saat ini sudah mulai digunakan membekukan ikan. Cold storadge itu daya tampung cukup besar sehingga nelayan diharapkan pula dapat mencari ikan sebanyak-banyaknya nanti.

  “PPI nantinya yang dibangun ini didesain dengan modern, dan diharapkan dapat menunjang Pasar Ikan Fandoy,” kata Kepala Dinas Kelauran dan Perikanan Kabupaten Biak Numfor Efendi Igirisa, S.Pi.,MM menambahkan.(itb/tri)