JAYAPURA- Memperingati Hari Koperasi ke-73, Pemerintah Provinsi Papua menginisiasi Focus Group Discussion (FGD) di Swiss Belhotel Jayapura, Kamis (6/8) kemarin. Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Papua, Muhammad Musa’ad mengharapkan lahirnya pemikiran konstruktif bagaimana merevitalisasi koperasi.

“Hal ini supaya koperasi, khususnya di Papua, bisa menjadi mitra strategis bagi pemerintah untuk pengembangan UKM. Jadi, koperasi ini menjadi ujung tombaknya,” ujar Muhammad Musa’ad, dalam sambutannya, Kamis (6/8) kemarin.

 Menurutnya, dalam mendesain gerakan ekonomi di Papua, termasuk koperasi dan UMKM, harus bersifat kontekstual Papua.

 “Dengan kata lain, tidak bisa gerakan ekonomi di daerah lain, seperti halnya di Jawa, diterapkan di Papua. Tidak bisa pula gerakan ekonomi di Makassar diterapkan di Papua. Sebaliknya, model gerakan ekonomi itu harus sesuai dengan konteks Papua, termasuk dalam menumbuhkan koperasi dengan memperhatikan kondisi, baik kondisi alam/lingkungan maupun kondisi SDM,” tambahnya.

 Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan meminta agar koperasi dan UMKM dapat lebih kuat lagi berkorelasi. “Idealnya, anggota koperasi diharapkan menjadi pelaku ekonomi. Artinya, pelaku ekonomi memiliki kebutuhan yang sama dan kemudian dikooperasikan (kerja sama),” jelas Prof Rully Indrawan.

Sementara itu, Sulaiman Hamzah selaku Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Papua, menyebutkan bahwa koperasi menjadi wadah perjuangan cita-cita, nilai-nilai dan prinsip koperasi, termasuk menjadi mitra pemerintah dalam pembangunan koperasi untuk mewujudkan tata ekonomi yang berkeadilan. (gr/ary)