Proses pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih Kabupaten Yahukimo Didimus Yahuli – Esau Miram yang dilakukan di gedung Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (4/5) kemarin. Pasangan ini dilantik oleh Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE., M.Si., dan kini resmi menjadi bupati dan wabup definitif. ( FOTO: Gamel/Cepos)

JAKARTA – Setelah menunggu 8 hari dari jadwal resmi pelantikan pada 26 April tertunda, Kabupaten Yahukimo akhirnya resmi memiliki bupati dan wakil bupati definitif. 

Ini setelah bupati dan wakil bupati terpilih Yahukimo, Didimus Yahuli dan Esau Miram dilantik secara resmi oleh Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, SE., M.Si., di gedung Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa (4/5). 

 Bupati Didimus dan Wabup Esau Miram dilantik berdasar surat keputusan Mendagri Nomor 131.91-1000 tahun 2021. Proses pelantikan juga berjalan lancer, dimana setelah dilakukan gladi terakhir tak lama kemudian Wagub Klemen Tinal langsung memimpin proses pelantikan. 

Pasangan Didimus Yahuli dan Esau Miram juga datang bersama keluarga didampingi beberapa pengurus partai pengusung. 

Wagub Klemen Tinal menyampaikan bahwa keterlambatan pelantikan bukan disengaja tetapi memang situasi. Namun ia meminta ini jangan menjadi galau berkepanjangan karena ia saat menjadi wakil dulu juga pernah menunggu selama 3 bulan. “Dalam sejarah republik ini, saya pikir ini sejarah. Dimana baru ada bupati dilantik oleh wakil gubernur di kantor Kemendagri. Saya meminta semangat yang ada tetap dikobarkan dan dijaga, jangan sampai surut,” kata Klemen Tinal di gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri, Jakarta, Selasa (4/5). 

 Klemen Tinal menyebut Kabupaten Yahukimo sudah maju namun perlu lebih ditingkatkan dan dari proses Pilkada yang dilakukan pada 9 Desember lalu Pemprov Papua ikut berterima kasih kepada semua pihak termasuk penyelenggara. Sebab Yahukimo bisa menjadi contoh yang baik dalam Pilkada serentak tahun 2020 dan bisa digunakan tak hanya di Papua tapi seluruh Indonesia. 

 “Pilkada Yahukimo termasuk yang gentleman karena meski pertarungan selesai namun tidak berproses hukum dan berlama – lama. Saya pikir ini patut dicontoh. Sebab mencapai kemenangan itu tidak mudah namun semua berakhir dengan sikap gentle,” puji Klemen. 

Wagub Klemen Tinal meminta dalam menjalankan pemerintahan, Pemkab Yahukimo dibawah kepemimpinan Bupati Didimus Yahuli dan Wabup Esau Miram, harus membangun komunikasi yang baik dengan Pemprov Papua. Sebab Pemprov menjadi wakil pemerintah pusat. 

Wagub juga mengingatkan agar Pemkab tidak langsung – langsung melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat karena bisa – bisa justru bermasalah.  “Bisa saja uang habis dan tidak dapat apa – apa namun justru berproses hukum nantinya,” tuturnya. 

Klemen Tinal  juga meminta bupati dan wakil bupati  memberdayakan ibu – ibu PKK, sebab dianggap sebagai tulang punggung keluarga. “Jangan berpikir yang muluk – muluk. Yang penting pikirkan pendidikan, kesehatan, air bersih dan kebutuhan dasar. Jangan ingin yang besar namun tidak berjalan,” sarannya. 

 Apalagi ia melihat masyarakat di Yahukimo sudah mulai dewasa dalam berdemokrasi. “Jadi Pilkada Yahukimo bisa menjadi contoh bagi daerah lain, saya beri apresiasi untuk itu,” tambahnya. 

Dalam kesempatan itu, Wagub Klemen Tinal meminta maaf karena terjadi penundaan. Dirinya meyakini ada banyak sekali masyarakat yang sudah menunggu dengan penuh suka cita. “Pelantikan berjalan dengan baik dan dulu kami juga molor 3 bulan. Kita perlu syukuri  bahwa dalam situasi Covid kita bisa melakukan pelantikan. Bahkan yang lebih luar biasa dilakukan di Kemendagri. Untuk itu, kami berterima kasih ke Kemendagri dan semua panitia yang menyiapkan tempatnya,” tambah Klemen.

Disinggung soal program selanjutnya, Wagub Klemen Tinal meminta untuk segera disiapkan program kerja yang selanjutnya program ini ter break down dalam program baik jangka pendek, jangka panjang maupun jangka menengah. 

Sementara Bupati Didimus Yahuli usai pelantikan mengaku tetap bersyukur meskipun pelantikan ini sempat terjadi penundaan. Ia menyebut semua bukan disengaja melainkan ada alasan. 

 Alasannya adalah diwaktu bersamaan dua pimpinannya sakit. Namun yang membanggakan menurut Didimus, pelantikannya dilantik di Kemendagri. “Kalau kami dilantik di Jayapura mungkin kami jadi bupati yang biasa – biasa saja tapi kali ini kami diberi bonus. Ini baru pertama kali dalam sejarah bahwa pernah ada yang dilantik dalam gedung ini sehingga semua kekecewaan semua terobati  sehingga kami bersyukur kepada Tuhan,” ucapnya didampingi Wabup Esau Miram.

 Dari ending Pilkada yang tanpa harus ada gesekan, Didimus menganggap masyarakat Yahukimo mulai dewasa berproses dan berdemokrasi. Iapun mendoakan gubernur dan wakilnya untuk diberi kesembuhan dan segera pulih. “Saya juga berterima kasih kepada pak Abock Busup sehingga Pilkada bisa selesai tanpa persoalan berarti. Saya juga sampaikan terima kasih kepada Sekda yang sudah menyiapkan semuanya dan kami terus berupaya untuk melakukan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat agar Yahukimo bisa semakin dewasa dalam berdemokrasi,” imbuhnya.

 Di tempat yang sama Wabup Esau Miram menambahkan bahwa ada proses yang cukup melelahkan namun menjadi momentum yang sangat luar biasa. “Saya beri apresiasi kepada masyarakat sebab semua memulai dari nol dan kini apa yang menjadi mimpi masyarakat bisa diwujudkan satu persatu,” ucap Esau yang pernah berkarier sebagai wartawan Cenderawasih Pos sebelum terjun ke dunia politik.  

Baginya ini sebuah catatan demokrasi yang positif untuk Yahukimo sehingga ia menyampaikan kebanggaannya terhadap semua proses.  “Masyarakat mau memahami bagaimana berdemokrasi yang baik termasuk dukungan dari pihak penyelenggaran yang sudah menjalankan tugasnya   begitu juga dengan Polres maupun Kodim,” tambahnya. 

Sekda Kabupaten Yahukimo, Elai Giban menambahkan dari terpilihnya bupati dan wakil bupati terpilih maka pemerintahan di Yahukimo segera berjalan normal. 

 Disini ia meminta untuk seluruh pegawai yang masih berada di luar Yahukimo untuk segera kembali dan menjalankan tugasnya. “Saya ingatkan untuk semua pegawai agar segera ke Yahukimo dan pekerjaan akan dimulai, tak ada alasan untuk tidak segera bekerja,” tegas Elai. 

Dengan dilantiknya Didimus – Esau sebagai Bupati dan Wagub Yahukimo, Pemprov Papua masih menunggu 6 kabupaten lain yang belum dilantik. (ade/nat)