Suasana rumah KPR di BTN Joko Indah Sentani, Senin (1/2) kemarin. ( FOTO: Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Adanya regulasi dan pandemi Covid-19, nampaknya mempengaruhi penyaluran KPR di Papua. Bahkan dari target ribuan KPR, hanya terealisasi 703 unit KPR saja.

 Ketua DPD REI Papua, Nelly Suryani mengatakan, tahun 2020  pencapaian realisasi KPR bagi masyarakat cukup memprihatinkan, dari 4 Bank yang pihaknya lakukan kerja sama penyaluran KPR,  hanya mampu merealisasikan 700 unit dengan total Rp 120 miliar.

 “BTN yang biasanya 1.200 – 1. 800 unit KPR, tahun 2020 hanya mampu menyalurkan 321 unit KPR. Untuk Bank Papua yang biasanya 3.000 unit, tahun 2020 hanya 219 unit sedangkan BNI dan BRI tidak sampai 100 unit total keseluruhan 700 unit,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (1/2) kemarin.

 Diakuinya, penurunan realisasi penyaluran KPR yang terjadi di Papua, tidak hanya disebabkan oleh kondisi pandemi Covid-19, tapi juga regulasi yang dinilai kurang menyentu MBR di Papua.

“Regulasi baru yang mengharuskan penghasilan MBR suami maupun istri tidak melebihi angka Rp 8 juta, sementara harga jual rumah diseluruh Indonesia berbeda-beda tetapi persyaratan gaji pokok disamaratakan. Hal ini cukup tidak adil bagi MBR di Papua, apa lagi kondisi di Papua kadang gaji suami istri lebih dari Rp 8 juta,” terangnya.

 Dengan regulasi tersebut, pihaknya akui tidak bisa diimplementasi di Papua karena penghasilan di Papua kadang melebihi dari yang ditentukan oleh pemerintah.

 Sementara terkait target di tahun 2021, pihaknya harapkan bisa terealisasi sebanyak 2.000 -2.500 unit, dengan kondisi yang sama dengan tahun 2020 sebelumnya. (ana/ary)