Sopir Truk dan Hilux saat  antri  untuk  urus  surat izin jalan dari Merauke ke  Boven Digoel  untuk membawa  logistik, dihari pertama   buka setelah  pelayanan  ditutup selama 7 hari, Kamis (28/5) (FOTO: Sulo/Cepos )

MERAUKE-Ratusan truk dan hilux melakukan pengurusan surat izin jalan dari Pemerintah Kabupaten Merauke melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Merauke menuju Kabupaten  Boven Digoel di kantor bupati Merauke, Kamis (28/5). Pengurusan  surat izin jalan   tersebut merupakan  hari pertama setelah pelayanan dihentikan selama 7 hari lalu. 

    Namun  untuk  mendapatkan  surat  izin jalan dari Posko Covid-19 lewat  Dinas  Perhubungan Kabupaten Merauke tersebut, para sopir dan kernet  harus mengantongi surat  sehat  terlebih  dahulu dari   puskesmas atau rumah sakit.  

  Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Merauke Fransiskus Anggawen, di sela-sela memantau pelayanan pengurusan surat izin jalan  di hari pertama  itu mengakui   ada ratusan  Sopir  truk dan  kernet yang  mengurus  surat izin  jalan menuju  Boven Digoel  tersebut. “Karena  ini hari pertama setelah    tidak ada pelayanan selama 7 hari, sudah barang  tentu jumlah   yang  mengurus  surat izin jalan    sekitar seratusan. Kita  usahakan  untuk  mereka  yang mengurus   hari ini, dapat  kita layani semua. Kalaupun tidak    terjangkau  maka  besok bisa kita lanjutkan,’’ jelasnya.    

   Fransiskus Anggawen menjelaskan, selain pemberian surat izin jalan,  juga  pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap  barang bawaan  serta pengecekan fisik kendaraan  terutama  ban  mobil. Sebab, sudah ada beberapa truk  dan hilux  yang   bannya  diminta diganti  terlebih dahulu sebelum   surat  izin jalannya diberikan.  

   “Kalau  tetap  paksa jalan dengan ban yang sudah gundul apalagi bawa beban  berat, bisa berakibat   fatal di jalan. Jadi  untuk keselamatan    barang dan   pengemudinya,  kita  suruh  ganti ban  dulu,’’ terangnya. 

  Sementara  itu, Hasyim salah satu sopir truk mengaku   bahwa  untuk sekali sewa  mengangkut  logistik ke  Tanah  Merah  antara Rp 4-4,5 juta  tergantung  muatan dan  kesepakatan.   Sementara   operasional  yakni  BBM dan makan,   habis sekitar  Rp 1,5 juta. ‘’Kalau dari sini,  untuk   PP   rata-rata   dua hari. Tapi  kalau  ada kendala  di jalan bisa  3 hari  PP,’’ terangnya. (ulo/tri)