UPACARA: Kapolda Papua, Irjen Pol. Rudolf Alberth Rodja memimpin langsung prosesi upacara di dasar laut yang diikuti 106 penyelam dari berbagai kalangan di Tanjung Kayu Batu, Kamis (15/8). ( FOTO : Humas Polda Papua for Cepos)

*Kapolda Papua Irup Pengibaran Bendera di Dasar Laut

JAYAPURA- Ratusan bendera merah putih dikibarkan di dasar laut perairan Kota Jayapura, Kamis (15/8). 

Upacara pengibaran bendera di kedalaman 10 meter di dasar laut itu dipimpin langsung Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Alberth Rodja dan diikuti sebanyak 106 penyelam dari berbagai kalangan di Tanjung Kayu Batu.

Ini ketiga kalinya upacara pengibaran bendera di bawah laut dilaksakanan oleh Polda Papua, dengan inisiator Direktorat Polisi Perairan. Hal ini untuk memupuk serta menumbuhkan rasa cinta tanah air kepada para generasi muda dalam menyambut peringatan HUT Republik Indonesia ke-74.

Kapolda Papua, Irjen Pol. Rudolf Alberth Rodja mengapresiasi Direktorat Polair atas kelancaran prosesi pengibaran bendera. Dimana pengibaran bendera tersebut merupakan wujud cinta tanah air. Bukan hanya di darat tetapi juga di laut.

“Papua ini punya wilayah perairan laut yang luas, sehingga kita perlu mengimplementasikan kecintaan itu,” ucap Kapolda Alberth Rodja kepada wartawan.

Usai melakukan penyelaman, Kapolda mengaku kekecewa dan sedih dengan kondisi laut Jayapura yang penuh dengan sampah di mana-mana. Untuk itu, dirinya mengimbau elemen masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Menurut saya, masyarakat kita kalau sekedar  bicara mereka tidak dengar. Sehingga perlunya sanksi. Kita bisa mencontohi Papua Barat, mereka begitu menjaga laut mereka. Jika mereka bisa, kenapa kita tidak bisa,” tegasnya.

Kapolda juga turut menyampaikan terima kasih kepada pihak yang turut berpartisipasi dalam kegiatan pengibaran bendera  merah putih di bawah laut dalam rangka Kemerdekaan RI ke-74.

Sementara itu, Direktur Polair Polda Papua, Kombes Pol. Yulius Bambang Karyanto mengatakan, pengibaran bendera di dasar laut berlangsung aman dengan memakan waktu sekira 40 menit.

Upacara ini merupakan hal yang unik. Pasalnya, setiap peserta menggunakan perlengkapan selam dan berbaris di dasar laut. Prosesi pengibaran bendera pun berlangsung dengan hikmad, sebagaimana dilaksanakan di darat.

“Hanya saja ada yang perlu kita pertimbangkan mulai dari ketahanan tubuh para penyelam. Namun semuanya sudah kami persiapkan mulai dari tim resque dan medis,” katanya.

Untuk persiapannya lanjut Bambang, memerlukan waktu satu minggu latihan. Berbagai komunitas selam seperti Molo dan atlet yang dipersiapkan oleh Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia untuk mengikuti PON 2020, turut berpartisipasi dalam upacara tersebut.

Adapun para penyelam terdiri dari kalangan usia remaja dan dewasa. Sebagian berasal dari kalangan atlet persiapan PON, Basarnas, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat, ibu-ibu Bhayangkara, serta para medis dari Yayasan Doctor Share yang selama dua tahun memberikan pelayanan gratis kepada masyarakat di pinggiran laut dan danau di Papua.

Selain Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf A. Rodja, hadir pula Kepala BNN Provinsi Papua, Pejabat Utama Polda Papua, perwakilan TNI AD, AL, AU, Bhayangkari Daerah Papua, Kepala BRI Cabang Jayapura, Basarnas Provinsi Papua, Dinas Perikanan, Dr. Share Jakarta, Badan Keamanan Laut dan atlet selam Papua beserta beserta komunitas nyelam se-Jayapura. (fia/nat)