FOTO BERSAMAPengurus DPP Partai Hanura dengan pengurus DPD Hanura Papua di sela-sela kegiatan rapimda Partai Hanura di hotel horex Sentani, Kamis (10/10) ( FOTO : Robert Mboik/Cepos)

SENTANI-Hasil Rapat Pimpinan Daerah  (Rapimda) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Papua memutuskan beberapa poin penting diantaranya merekomendasikan  Oso  kembali maju untuk melanjutkan kepemimpinannya untuk periode berikut. 

Putusan lainnya yaitu pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) perlu dipercepat. “Dalam Rapimda yang diikuti oleh 29 DPC dan satu kota, kita memutuskan dua hal penting itu dan beberapa poin lainnya juga kita putuskan bersama,” ungkap Ketua DPD Partai Hanura, Kenius Kogoya, kepada koran ini, Sabtu (12/10).

Dikatakan, hal lain yang ikut dibahas dan diputuskan dalam Rapimda itu adalah terkait dengan pemberian dukungan terhadap calon kepala daerah yang ikut bertarung di Pilkada Serentak 2020 mendatang. 

Ada sekitar 11 kabupaten yang akan menggelar pesta demokrasi tersebut di Provinsi Papua. Untuk itu, terkait dengan memberikan dukungan terhadap calon, pihaknya akan lebih mengutamakan mendukung kader partai. Khususnya di tujuh daerah yang mempunyai kursi. 

Kendati demikian, dukungan bagi non kader juga tetap dilakukan. Namun yang menjadi catatan pihaknya berkaitan dengan pemberian dukungan itu adalah setiap calon baik dari kader partai maupun non kader akan benar benar selektif.

“Pertama, Hanura memprioritaskan untuk mendukung kader partai. Kedua,  dari beberapa kasus dukungan yang kita berikan kepada calon bupati, hanya janji-janji palsu. Secara khusus dalam hal kaitannya dengan komitmen-komitmen politik yang sudah dibangun sebelumnya, membesarkan partai dan sebagainya. Oleh karena itu kita akan selektif untuk menentukan calon bupati yang akan kami usung,” tegasnya.

Lebih dikatakan,  pihaknya akan berani untuk memberikan dukungan tanpa mahar terhadap calon kepala daerah yang akan maju.  Sebab menurutnya terkadang ketika ada mahar atau ada beban administrasi yang dipenuhi oleh setiap calon kepala daerah hal itu justru akan lebih diutamakan oleh calon. Sementara sisi kerja sama dengan partai pengusung  kadang diabaikan.

“Kadang ketika ada mahar atau biaya-biaya administrasi itu justru lebih mementingkan biaya ketimbang calonnya bisa kita ajak kerja sama. Khusus dalam hal untuk membesarkan partai,” tegasnya.

Dia berharap kepada setiap kader partai yang akan didukung kiranya  bisa  bekerja bagaimana caranya untuk membesarkan partai tersebut. Baik kabupaten,  provinsi maupun dukungan kepada pusat atau DPP. 

“Harapan kami ketika kami memberikan dukungan kepada kader, dia betul-betul bekerja untuk membesarkan partai ini di daerahnya masing-masing. Selain dia mengabdi kepada bangsa negara dan juga kepada masyarakat tentunya dia juga harus bekerja untuk membesarkan organisasi yang membesarkan dia,” tambahnya.(roy/nat)