RAPID TEST: Dua orang sopir taksi saat mengikuti rapid test di Terminal Mesran, Rabu (17/6)  ( FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Pemerintah Kota Jayapura melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura telah melakukan rapid test di para sopir taksi dan damri serta PKl di Terminal Mesran Jayapura, Rabu (17/6) kemarin.

Dari 186 orang yang menjalani rapid test, menurut ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., hanya 6 orang yang hasilnya reaktif. 

Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., menjelaskan, rapid test massal di Terminal Mesran untuk menjaring sopir, PKL dan warga beraktivitas di tempat tersebut untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Rapid test ini menurutnya dilakukan di areal publik seperti pasar dan  terminal. Ini dilakukan untuk mengetahui mana saja warga yang  dinyatakan reaktif, kemudian dilakukan karantina mandiri dengan dilakukan pemeriksaan swab sambil menunggu hasilnya. 

“Jika hasilnya negatif dari pemeriksaan swab maka warga bisa dipulangkan. Jika warga dinyatakan positif dan masuk kategori Orang tanpa Gejala (OTG) tetap dilakukan karantina oleh Tim Gugus Tugas, namun jika warga ini positif dan ada sakit baru dirawat di rumah sakit,” jelasnya.

Wali Kota Benhur Tomi Mano meminta warga untuk tidak perlu takut melakukan rapid test. Sebab rapid test ini salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

Sementara itu, Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura Rustan Saru mengungkapkan bahwa rapid test massal berikutnya akan dilakukan di Pasar Cigombong Kotaraja dan Pasar Youtefa Abepura

Tim Gugus Tugas menurutnya telah menyiapkan rapid tes-nya. Untuk di Pasar Cigombong Kotaraja disiapkan rapid test sebanyak 300, sedangkan di Pasar Youtefa sebanyak 2.200. 

“Masih dibutuhkan sekira 2500 rapid test untuk dilakukan di dua tempat itu. Termasuk juga akan dilakukan rapid test di komunitas atau lainnya,” tuturnya. 

Dari pengalaman gugus dilakukan rapid test massal rata-rata banyak yang reaktif dan positif dari para pedagang di pasar.

  ‘’Untuk sampai hari ini yang kita sudah dirapid test sebanyak 18.352 warga kota dan sudah sekira 1.632 reaktif,” tambahnya.

Rustan Saru menyebutkan, apabila penyebaran virus Corona masih tinggi, maka belum bisa dilakukan penerapan new normal life. “Namun jika sudah bisa maka akan diterapkan. ini juga sambil menunggu kajian bersama dewan dan OPD Pemkot,” pungkasnya.

Secara terpisah, Ketua Pansus DPRD Kota Jayapura Yuli Rahman, SH., mengaku memberikan apresiasi kepada Wali Kota Jayapura dan Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 serta Dinas Kesehatan yang telah bekerja keras selama ini dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 Kota Jayapura.  

Langkah yang dilakukan dengan rapid test massal ini sangat penting untuk melakukan penjaringan siapa saja yang reaktif. Oleh karenanya, masyarakat saat dilakukan rapid test massal tidak usah takut. Justru ini membantu supaya lebih cepat dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 Kota Jayapura. (dil/nat)