Kenius Kogoya ( FOTO : Erik / Cepos)

JAYAPURA- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua benar-benar fokus dalam menyiapkan atlet berprestasi. Namun untuk menciptakan atlet potensial, tentu kembali kepada siapa pelatih yang akan menukanginya.

Sehingga KONI Papua akan menyiapkan pelatih masing-masing cabang olaharaga benar-benar memiliki kualitas sebagai seorang pelatih. Namun KONI juga menegaskan, pelatih yang kini ditunjuk untuk 47 cabang olahraga PON XX, 2020 tidak boleh merangkap menjadi pelatih pada 20 Cabor Popnas XV 2019.

Dikatakan Sekretaris Umum KONI Papua, Kenius Kogoya, kebijakan itu sudah disampaikan kepada masing-masing 47 Pengprov cabang olaharaga pada fokus diskusi PON yang berlangsung di Hotel Swiss-Belhotel Jayapura beberapa waktu lalu.

“Kami sudah ingatkan di awal, pelatih yang sudah melatih persiapan PON itu akan tetap fokus untuk PON, dan tidak boleh merangkap untuk Popnas,” ungkap Kenius kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (18/7) kemarin.

Menurut Kenius, jika seorang pelatih memaksakan untuk merangkap PON dan Popnas justru tidak akan maksimal dalam menciptakan atlet-atlet potensial. Sebab, program periodesasi latihan atlet Popnas dan PON sangat jauh berbeda.

“Karena kita ini perlu kesungguhan atau keseriusan seorang pelatih dalam melatih, kalau misalnya dia harus membagi waktu, pasti akan tidak konsentrasi dan kedua ajang ini tidak akan maksimal,” ujarnya.

Sehingga Kenius menegaskan, bahwa KONI Papua tidak akan tanggung-tanggung mencoret pelatih cabang olahraga PON jika di kemudian hari kedapatan merangkap menjadi pelatih Popnas.

“Kita harapkan pelatih yang TC untuk PON jangan dia melatih di Popnas lagi, harus fokus untuk TC PON dan yang ingin berlatih di Popnas silahkan berlatih di sana. Kedapatan pelatih yang merangkap PON dan Popnas saya coret,” tegasnya.

Namun ditambahkan Kenius, bahwa berbeda dengan atletnya. Jika kemudian hari ada atlet Popnas yang potensial dan siap menjadi andalan Papua pada PON merupakan hal yang wajar.

“Kalau atletnya ada bermain untuk Popnas dan PON itu tidak apa-apa, karena Popnas memang tujuannya untuk menciptakan atlet berjenjang ke depan,” tandasnya.(eri/tho)