Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom SE. M.Si yang diwakili Plt.Sekda Lanny Jaya Leteren Yigibalom berfoto bersama Ketua DPRD Lanny Jaya Tanus Kogoya  dan anggota DPRD Lanny Jaya pada Sidang Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Lanny Jaya, Senin (24/8) ( FOTO: Humas Lanny Jaya For Cepos)

TIOM-Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom SE, M.Si menyampaikan laporan pertanggungjawaban kinerjanya atas penggunaan anggaran pada Tahun 2019 pada acara siding Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2019. Seperti diketahui Pemda Lanny Jaya mendapatkan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK RI Perwakilan Papua atas laporan penggunaan APBD Tahun 2019.

Dalam sambutannya Bupati Lanny Jaya Befa Yigibalom SE, M.Si yang dibacakan oleh Plt. Sekda Lanny Jaya Leteren Yigibalom mengungkapkan bahwa hasil yang yang telah dicapai belum banyak karena ketersediaan anggaran terbatas dan berhadapan dengan tingkat kesulitan  daerah dan tingkat kemahalan harga yang sangat tinggi. Dalam kondisi demikian  tetap bersyukur karena secara perlahan telah mulai nampak hasil pembangunan daerah ke arah yang lebih baik.

 “Saya perlu menegaskan bahwa pemerintah Kabupaten Lanny Jaya telah berhasil menerapkan empat wilayah tertib berintegritas sebagai landasan penyelenggaraan pemerintahan di kabupaten Lanny Jaya yakni wilayah tertib aturan, tertib  administrasi, wilayah WTP dan wilayah bebas korupsi. keempat wilayah ini menjadi pilar penting dan sangat mendukung penyelenggaraan pemerintahan  dan pengelolaan keuangan daerah sehingga pemerintah telah meraih WTP dari BPK RI atas pemeriksaan laporan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Lanny Jaya Tahun anggaran 2019,”tambahnya.

Bupati Befa menambahkan untuk Tahun 2019 pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Lanny Jaya pendapatan ditargetkan sebesar Rp. 1.363.454.611.271 dan terealisasi sebesar Rp. 1.348.115.209.538,74 atau 98,87 %. Sedangkan belanja sebesar Rp. 1.389.480.746.026, terealisasi sebesar rp. 1.328.525.776.188, atau 95,61%.

  “Untuk pelaksanaan pembangunan ke depan tentunya kita masih diperhadapkan kepada berbagai tantangan dan permasalahan baik yang bersifat eksternal maupun internal akan tetapi kita melihatnya sebagai suatu kendala atau penghambat namun marilah kita melihatnya sebagai satu pemicu bagi kita untuk selalu berupaya mencari solusi dan terobosan dalam mengangkat masyarakat dan daerah untuk keluar dari permasalahannya sehingga bisa mensejajarkan diri dengan daerah lain yang sudah,”Pungkasnya.

Sementara itu Ketua DPRD Lanny Jaya Tanus Kogoya S.Pd mengungkapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati serta seluruh jajarannya,atas upaya dan kerja keras sehingga pemerintah Kabupaten Lanny Jaya mendapat WTP wajar tanpa pengecualian terhadap LKPJ bupati Tahun anggaran 2019.

“Dalam situasi pandemi Covid-19 yang merajalela secara global kita harus menjaga kesehatan yg disesuaikan  dengan protokol kesehatan yg ada baik secara keluarga maupun pribadi,”bebernya.

Tanus mengatakan sesuai hasil keputusan rapat bersama tanggal 19 agustus 2020, akan dilakukan pembersihan dan pembenahan data kepala keluarga penerima manfaat bantuan dana sosial ekonomi di 354 kampung yang tersebar di 39 distrik dan Tim akan melakukan turun langsung ke lapangan.

“Setelah ini kami akan langsung hearing dengan seluruh OPD yang ada di Pemda Lanny Jaya yakni 25-26 Agustus dan selanjutnya tanggal 27 Agustus akan dilakukan sidang penutupan LKPJ ini sehingga saya harap Bupati, Wakil Bupati dan jajarannya harus hadir, jika tidak sidang akan diundur saja,”tegasnya

Pada kesempatan yang sama Ketua DPRD Berpesan dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mengurangi aktifitas yang tidak terlalu penting diluar rumah

Materi sidang diserahkan oleh Pemerintah Daerah melalui Sekda Lanny Jaya dan diterima langsung oleh ketua DPRD selaku pimpinan sidang.(Humas/gin)