Brigadir Jendral TNI Irham Waroihan ( FOTO: Erik / Cepos)

PON 2020 Papua

JAYAPURA – Puslatprov KONI Papua terus intens memantau kondisi kesehatan para atlet Papua ditengah pandami virus Corona atau covid-19. Apalagi saat ini atlet yang diproyeksikan untuk PON XX dari 37 cabang olahraga diminta tetap berlatih. 

“Kegiatan Puslatprov tentunya sangat berkaitan erat dengan kebijakan pemerintah pusat maupun daerah dalam rangka penanggulangan virus corona,” ungkap Ketua Puslatprov KONI Papua, Brigadir Jendral TNI Irham Waroihan kepada awak media di Kota Jayapura, Jumat (20/3). 

“Cabor yang sedang menjalani TC di luar Papua seperti di Jakarta dan kota lainnya itu mereka kita batasi, cukup di tempat mereka saja dan tidak kemana-kemana termasuk kita karantina juga tidak boleh menerima tamu yang bersifat internal, ini terus kita deteksi apakah ada yang terpapar atau tidak,” sambungnya. 

Pria yang menjabat sebagai Kasdam XVII Cenderawasih itu juga membeberkan, bahwa bersama KONI Papua, mereka saat ini melakukan door to door untuk mengecek kesehatan atlet yang sedang melakukan TC di Kota Jayapura. 

“Terutama yang disekitar Jayapura ini tim medis kita juga melakukan pengecekan-pengecekan langsung ke atletnya,” ujarnya. 

Bahkan untuk memurus rantai penyebaran covid-19 tersebut, Puslatprov KONI Papua juga menunda beberapa agenda cabang olahraga yang ingin melakukan TC maupun try out ke luar negeri. 

“Sementara ini kita sudah memprotect semua atlet kita dengan melarang melaksanakan TC di luar negeri, begitupun dengan try out ke luar negeri. Ke luar Papua pun akan kita proteksi. Kita juga sudah koordinasikan semua ke pengprov dan pelatih-pelatihnya untuk memproteksi atlet mereka,” jelasnya. 

Dirinya menuturkan, bahwa untuk tetap menjalankan program pemantapan atlet jelang PON XX yang mulai digulir pada bulan Oktober mendatang, pihaknya meminta untuk masing-masing cabor melakukan latihan mandiri. 

“Dalam artian, di tempat masing-masing sambil memelihara fisik mereka. Kita belum tahu sampai kapan akan seperti ini, apalagi ini ada informasi untuk tanggap darurat nasional yang diperpanjang. Kita belum tahu sampai kapan, tapi apapun kebijakannya semua akan kita ikuti,” tandasnya. (eri/gin).