Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si., bersama kepala distrik se-Kabupaten Jayapura saat menyalakan lilin sebagai bentuk bela sungkawa atas kepergian Wakasad Letjen TNI Herman Asaribab, Senin (14/12). ( FOTO: Robert Mboik/Cepos)

SENTANI-Kepergian Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Herman Asaribab membawa duka mendalam bagi masyarakat Papua termasuk yang berada di tanah Tabi.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M.Si., mengaku banyak memiliki kenangan dengan almarhum khususnya untuk perubahan Papua ke depan. Diakuinya, Herman Asaribab merupakan salah satu putra terbaik Papua yang menjadi pejabat tinggi namun mempunyai hati yang tulus untuk Papua.

“Beliau punya keinginan bagaimana sinergitas TNI dan Pemkab Jayapura untuk membangun dalam rangka mensejahterakan masyarakat dengan memanfaatkan potensi yang ada di Kabupaten Jayapura,” ungkap Mathius Awoitauw di Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (14/12) kemarin.

Mantan Pangdam XVII/Cenderawasih ini menurut Mathius Awoitauw, juga memrupakan sosok rendah hati dan memiliki visi misi membangun Papua yang begitu besar. “Jenderal Herman Asaribab memiliki pandangan yang luar biasa terkait penyelesaian konflik di Papua. Dimana hanya bisa ditekan dengan upaya pendekatan kebudayaan dan kesejahteraan dengan memanfaatkan potensi potensi sumber daya yang ada di Papua,” tuturnya.

Selama menjabat sebagai Pangdam XVII/Cenderawasih Awoitauw mengakui ada banyak program kerja yang sudah dicanangkan bersama dengan dirinya sebagai Bupati Jayapura. Di antaranya akan membangun sekolah bola, menjadikan pulau di danau love sebagai lapangan golf dan sejumlah program unggulan lainnya.

“Banyak hal yang kita bicarakan untuk kesejahteraan Papua. Bagaimana kesejahteraan TNI, masyarakat dan pemerintah. Kita ingin membangun satu image baru tentang pembangunan Papua. Papua tidak bisa dibangun dengan pendekatan militer tetapi dibangun dengan pendekatan kesejahteraan dan  kebudayaan,” katanya.

“Bahkan beliau sudah berjanji ketika di sana (pusat)  akan tetap memberikan support. Program ini di Papua menjadi satu model baru pendekatan untuk kesejahteraan. Kita berharap beliau bisa menjembatani pikiran-pikiran ini di pusat, ini yang kita merasa kehilangan. Orang Papua sangat merasa kehilangan karena ini orang putra terbaik Papua,” sambungnya.

Kepergian Herman Asaribab menurutnya tidak hanya mendatangkan duka mendalam bagi masyarakat Papua, tetapi juga menimbulkan beragam spekulasi dan pertanyaan dari masyarakat. 

“Saya secara pribadi dan mewakili masyarakat Kabupaten Jayapura masyarakat Tabi, meminta pemerintah harus menjelaskan apa penyebab kepergian almarhum secara terbuka dengan sejujur-jujurnya. Karena awalnya keberadaan beliau ini sangat mengangkat kebanggaan kita, tapi dalam waktu singkat. Ini tidak mudah. Karena itu, pemerintah atau Mabes TNI harus menjelaskan sejelas-jelasnya dan sejujur-jujurnya tentang penyebab kematian beliau,” pungkasnya. (roy/nat)