Kondisi jembatan kayu di Jalan Trans-Papua yang  telah rusak namun masih digunakan untuk aktifitas pengiriman barang dari Jayapura menuju daerah pegunungan Tengah Papua. ( FOTO: Dok. Warga Benawa for Cepos)

WAMENA-Puluhan jembatan kayu   di ruas jalan Trans Papua mulai dari Distrik Benawa Kabupaten Yalimo hingga di Kampung Muara Nawa Kabupaten Jayapura kondisinya banyak yang rusak parah. Padahal, akses jalan ini banyak diminati untuk transportasi barang dari Jayapura menuju wilayah Lapago di Pegungungan Tengah Papua.

  Akibat kondisi jalan dan jembatan yang banyak rusak ini, sering menimbulkan kecelakan  bagi pengguna jalan.  Bahkan, baru-baru ini   truk pengangkut  5 ton semen ke Distrik Elelim Kabupaten Yalimo dari Jayapura, terguling,  selasa (6/10) kemarin.

  Sopir Truk Bahar  menjelaskan sebelum  insiden mobil terbalik awalnya posisi mobil sudah di atas jembatan namun karena gelagar jembatan bagian kiri patah akhirnya ban belakang jatuh hingga mobil terbalik. Beruntung dalam kejadian tersebut sopir truk selamat dan tidak ada korban jiwa.

  “Sebelumnya mobil yang saya bawa jatuh satu mobil rombongan bersama kami sempat lewat dan aman, namun giliran mobil yang terbalik ini gelagar jembatan patah,”ungkapnya Rabu (7/10) kemarin 

  Ia mengatakan sebelumnya kondisi jembatan kayu ini memang sudah parah dimana hanya sisa gelagar kiri kanan, sementara papan yang melintang hanya sebagian saja yang tersisa. Akibat kejadian tersebut arus lalu lintas pun mengalami kemacetan dan antrean mobil yang cukup panjang baik mobil dari arah Wamena menuju Jayapura maupun sebaliknya.

  Penias salah satu Sopir mobil lajuran yang hendak melanjutkan perjalan tujuan Elelim juga mengatakan kondisi ini tidak mungkin dilewati di atas jembatan lagi, sehingga alternatifnya harus membuka jalan darurat meskipun tidak layak untuk dilewati kendaraan.

  “Yang penting kami sopir bisa lewat dan lanjutkan perjalanan meskipun setiap mobil dibantu harus ditarik oleh mobil yang lain,”tuturnya.

  Sementara itu warga Distrik Elelim, Ruben Peon yang hendak berpergian ke Jayapura mengatakan bahwa dirinya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat yang sudah mengerjakan jembatan Yahuli yang merupakan salah satu jempat yang sempat terputus kurang lebih dua tahun.

 Meski jalan ini baru dibuka  hampir satu bulan, namun ternyata masih banyak jembatan kayu  ukuran  empat sampai tujuh meter sudah semakin rusak parah. Apabila puluhan jembatan ini tidak segera ditangani maka, jalan ini pasti akan terputus kembali karena tidak mungkin bisa dilalui kendaraan sudah dipastikan akan ambruk.

  “Kami sarankan  agar pemerintah provinsi maupun pusat bisa melakukanpemeliharaan jalan dan jembatan,  tolong di perhatikan kondisi jembatan ini karena jalan trans Papua ini membatu perekonomian masyarakat di Lapago.

   Menurut Ruben menyatakan kurang lebih   20 jembatan kayu yang dilewati kondisinya sudah parah. Oleh karena itu tolong pemerintah melalui instansi terkait segera melakukan perbaiki jembatan tersebut dan jangan jembatan sudah ambruk baru ditangani.

  “Selain jembatan juga ada ada sekitar 5 titik kubangan lumpur yang sangat menyulitkan kendaraan yang melintah dimana akibat kondisi tersebut banyak mobil yang macet 2 sampai 3 hari akibat tertanam lumpur,”tutupnya. (jo/tri)