Bupati Merauke Frederikus Gebze, SE, MSi

MERAUKE-Adanya kelonggaran yang diterapkan di tengah pandemi Covid-19 di Papua, Bupati Merauke Frederikus Gebze, SE, MSi, telah menyurat pihak maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air untuk memberikan kembali pelayanan ke Merauke. Surat permintaan itu sebagaimana yang beredar luas bernomor 440/9912 perihal permintaan jadwal penerbangan yang ditandatangani langsung Bupati Merauke Frederikus Gebze tertanggal 9Juni 2020. 

   Pada launching alat pemeriksaan Covid-19 metode Test Cepat Molekuler (TCM) di RSUD Merauke, Bupati Merauke Frederikus Gebze mengakui telah mengajukan permintaan untuk penerbangan garuda 2 kali dalam seminggu ke Merauke untuk memulangkan masyarakat Merauke yang terlockdown di sejumlah daerah baik pulau Jawa, Makassar maupun Jayapura. 

   Namun untuk bisa kembali ke Merauke, kata bupati, sejumlah persyaratan harus dipenuhi bagi warga Merauke yang akan kembali tersebut. Salah satunya, adalah bagi mereka yang akan kembali, terlebih dahulu harus melakukan pemeriksaan swab. Jika hasilnya negatif, barulah diperbolehkan balik ke Merauke. 

   Ketika sampai di Merauke, maka bersedia menjalani karantina selama 14 hari yang tempatnya disiapkan di Hotel Asmat maupun di wisma Atlet atau rumah susun (Rusun) PON XX. Tak hanya itu, Bupati Frederikus Gebze juga mengisyaratkan bagi warga Merauke yang akan kembali tersebut hanya diperbolehkan membawa satu ransel pakaian. Buka koper. 

  “Kalau koper, nanti itu yang kita urus lagi. Jadi hanya bawa satu ransel atau tas kecil,” paparnya. 

   Secara terpisah Kabandara Mopah Merauke ditemui media ini mengaku tinggal menunggu perintah dari Bupati Merauke sebagai ketua Satgas Covid-19 di Merauke. “Kami pada prinsipnya sudah siap dan tinggal menunggu perintah dari bupati Merauke sebagai ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Merauke,” katanya ditemui di areal Bandara Mopah Merauke, kemarin. (ulo/tri)